Baca juga; Pelunasan Utang Jatuh Tempo Garuda Indonesia Diperpanjang 3 Tahun
"Namun demikian perlu diketahui peningkatan ini nampaknya tidak sesuai dengan harapan kita semuanya, karena masih mayoritas penumpang kita posisinya masih wait and see," jelasnya.
Irfan menambahkan, berdasarkan internal riset disebutkan bahwa 60 hingga 70% penumpang yang biasanya terbang dengan maskapai penerbangan Garuda masih memilih untuk melihat dan menunggu. Alasan, msyarakat masih menunggu perkembangan mengenai pandemi virus Corona.
"Jadi internal riset kita mengatakan bahwa sekitar 60-70% penumpang yang biasanya terbang dengan Garuda posisinya adalah wait and see, mencoba melihat perkembangan yang ada ke depan, terbang itu masih ada atau tidak. Sehingga akhirnya kami saat ini mengkampanyekan terbang bersama Garuda adalah aman dan nyaman," jelasnya.
(Fakhri Rezy)