Tren Meningkat, Distribusi Hewan Kurban Lewat Tanjung Priok Capai 4.731 Ekor

Natasha Oktalia, Jurnalis
Jum'at 10 Juli 2020 11:13 WIB
Sapi (Okezone)
Share :

JAKARTA - Distribusi hewan kurban dijamin keamanan dan kelancarannya. Pasalnya, Pengiriman hewan Kurban sudah mulai masuk di pelabuhan Tanjung Priok.

Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati, Badan Karantina Pertanian (Barantan) Hayati Brantan Agus Sunanto mengatakan jelang Idul Adha lalu lintas pemasukan sapi lokal yang sandar di Pelabuhan Nusantara-Tanjung Priok menunjukan tren peningkatan. Tercatat dari data pada sistem perkarantinaan, IQFAST selama bulan Mei dan Juni 2020 pemasukan sapi lokal terutama dari Bima dan Kupang sebanyak 4.731 ekor dalam 51 kali pengiriman.

 Baca juga: Cegah Covid-19, Kesehatan Hewan Kurban Dipantau Ketat

Dirinya mengatakan, secara jumlah dibandingkan dengan periode tahun 2019, jumlah ini masih separuhnya. Di mana pada 2019, ada 7.143 ekor dengan total 108 kali.

"Namun dengan waktu hari raya yang masih di akhir bulan Juli, diperkirakan jumlah kedatangan sapi akan meningkat minimal jumlah sama dengan tahun sebelumnya," jelasnya dalam siaran pers, Jakarta, Jumat (10/7/2020).

 Baca juga: Jelang Idul Adha, Pedagang Kambing di Tanah Abang Raup Ratusan Juta Rupiah

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan karantina Pertanian (Barantan) telah mempersiapkan berbagai hal yang dilakukan. Salah satunya adalah pengiriman hewan kurban dari wilayah sentra seperti Bima, Nusa Tenggara Barat ke Jakarta.

Dirinya mengatakan bahwa alat angkut yang digunakan dinilai sudah sangat baik. Hal ini dikarenakan didesain khusus berdasarkan dan berprinsip pada kesehatan hewan dan kesejahteraan hewan.

Hayati menjelaskan, pengiriman hewan ternak seperti sapi tidak sama dengan mendistribusikan barang konsumsi lainnya. Hal ini dikarenakan ada risiko alam yang tidak dapat diprediksi, seperti misalnya sapi menjadi stres atau mati.

 Baca juga: Pesona "Cowgirls" Hewan Kurban H Doni, Ternyata Biasa Jadi Sales Properti

"Dengan fasilitas KM Camara Nusantara V yang di operasikan PT ASDP Ferry Indonesia ini maka penyusutan bobot hingga kematian pada ternak yang terjadi dapat diminimalisir, "kata Hayati.

Selain itu, pihaknya juga telah memeriksa kesehatan fisik para hewan kurban. Di mana telah dinyatakan sehat karena dari area asalnya sudah dibekali sertifikat kesehatan dan hasil uji laboratorium yang menyatakan negatif penyakit Brucellosis, Anthrax dan parasit darah Tripanasoma.

" Hasil pemeriksaan fisik, kami nyatakan sehat, dari area asalnya sudah dibekali sertifikat kesehatan dan hasil uji laboratorium yang menyatakan negatif penyakit Brucellosis, Anthrax dan parasit darah Tripanasoma," katanya.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya