JAKARTA - Dalam menjalankan bisnis, kerugian atau kegagalan adalah hal biasa. Namun, walaupun hal biasa, sebagai pelaku usaha harus bisa menghadapi atau mengatasi permasalahan itu.
Tidak selamanya kegagalan berakhir buruk, bisa saja kegagalan itu justru membuat usaha tersebut menjadi lebih maju dan berkembang. Belajar dari kegagalan bukan menjadi suatu masalah kan?
Berikut beberapa aspek yang bisa memperbesar risiko kegagalan dalam berusaha, berikut adalah poin yang dijelaskan dalam buku 25 Usaha Terlaris Modal 1-3 Jutaan, Jakarta, Rabu (15/7/2020).
1. Manajemen yang kurang bagus
Mengambil keputusan yang tepat sangat mempengaruhi keberhasilan dari jalannya bisnis. Pebisnis setidaknya paham akan prinsip-prinsip membuat keputusan yang tepat dan minim akan risiko. Mempelajari manajemen ini bisa berasal dari buku, majalah bisnis atau manajemen serta bergaul dengan kalangan pebisnis, karena cara tersebut dianggap bijak dan efektif.
Baca juga: Mau Buka Usaha Studio Foto? Begini Hitungan Untung Ruginya
2. Kurangnya komitmen atau perhatian
Bisnis tentunya menuntut pelakunya untuk berkomitmen. Komitmen dalam hal waktu, niat dan lain-lain. Kalaupun ingin waktu untuk rehat, pebisnis juga harus tetap mengecek kondisi usaha secara berkala, dan memikirkan arah pengembangan usaha.
3. Sistem pengendalian yang lemah
Lemahnya sistem biasanya menjadi penumpukan masalah teknis sehingga mempengaruhi kestabilan kinerja. Disarankan agar sebagai pemilik usaha untuk mengawasi perkembangan usaha.
Baca juga: 5 Persiapan yang Harus Diketahui Sebelum Memulai Usaha Baru
4. Kurangnya modal
Modal yang cukup akan menjadi salah satu pendukung usaha agar dapat berjalan sebagai mana mestinya. Persiapkan modal operasional minimal untuk enam bulan. Ini dilakukan demi menutup belanja modal/investasi sebelum akhirnya bisnis bisa berjalan lancar dan keuntungan per bulan stabil.
5. Lokasi yang kurang strategis
Pemilihan lokasi untuk usaha juga sangat penting. Tempat usaha yang baik tentunya tidak hanya sebatas mudah dijangkau namun juga dipengaruhi dari daya dukung lokasi. Harus mempunyai nilai plus, misal view atau kenyamanan. Jika lokasi tidak pas, bisa jadi usaha yang dijalankan juga sulit untuk maju.
Baca Juga: Berkah Tahun Ajaran Baru, Pedagang Seragam Sekolah Banjir Orderan
6. Keadaan ekonomi kurang baik
Kondisi ekonomi nasional atau internasional yang tidak mendukung dapat menyebabkan daya beli masyarakat menurun. Pebisnis dituntut untuk kreatif mencari solusi agar bisnis tetap bisa jalan di saat omzet turun. Alternatif yang ditulis dalam buku ini adalah dilakukan dengan menciptakan strategi 'terlambat menaikkan harga.', ini bisa membuat pelanggan akan mampir kembali.
Baca Juga: Memulai Bisnis Pakai Duit Pesangon yang Minim Risiko, Untungnya Gede
7. Barang yang terlalu banyak
Alangkah baiknya agar barang yang dibeli sesuai kebutuhan dan tentunya tetap memperhatikan stock barang yang ada. Jika usaha sudah berjalan, tidak ada salahnya untuk menambah stock.
8. Kurang mengawasi persediaan
produk yang cepat habis dikatakan sebagai produk laku atau memang dibutuhkan oleh target pasar. Jika stock barang menipis sedangkan konsumen banyak, kemungkinan konsumen kabur ke pedagang lain. Oleh karena itu penting bagi anda untuk melakukan pengawasan pada persediaan barang.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)