Menkeu Era SBY Sarankan BLT Ditambah Rp120 Triliun

Rina Anggraeni, Jurnalis
Senin 20 Juli 2020 13:52 WIB
Chatib Basri (Okezone)
Share :

JAKARTA - Menteri Keuangan 2013-2014 pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Chatib Basri menyarankan pemerintah untuk memperluas penerima bantuan langsung tunai (BLT) kepada golongan menengah ke bawah. Dana yang disiapkan itu diproyeksi mencapai Rp120 triliun.

Adapun, kebijakan BLT lebih efektif dibandingkan bantuan sosial dalam bentuk lainnya, seperti sembako. Sebab menurutnya, kepas menengah akan menggunakan uang tunai tersebut untuk berbelanja, yang diharapkan dapat mendorong konsumsi.

 Baca juga: BI: Semua Negara Bisa Resesi

“Berikan pada kelompok menengah bawah. Kalau sekarang BLT hanya untuk kelompok miskin, bisa di-extend ke lowe middle income, paling efektif itu BLT, even dibandingkan dengan sembako, kalau cash akan jauh lebih efektif,” ujar Chatib Basri dalam webinar BPPK Kemenkeu, Senin (20/7/2020).

Chatib mencontohkan, saat ini jumlah golongan menengah ke bawah di Indonesia sekitar 115 juta orang atau 30 juta rumah tangga. Jika sebulannya mendapatkan Rp1 juta, maka dana yang perlu disiapkan adalah Rp30 triliun per bulan atau Rp120 triliun untuk empat bulan.

 Baca juga: Kemenkeu Pastikan Ekonomi Indonesia Kuartal II-2020 Minus

“Saya sarankan aspiring middle class ada 11,5 juta orang di Indonesia atau 30 juta rumah tangga, kalau mereka dapat Rp1 juta per bulan, itu berarti Rp30 triliun, kalau diextend empat bulan kita perlu tambahan BLT sekitar Rp120 triliun,” jelasnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya