Dia melanjutkan kondisi pertumbuhan ekonomi kuartal II tahun 2020 yang tercatat negatif tersebut, kinerja perekonomian kuartal III tahun 2020 diharapkan menjadi titik balik dalam perbaikan ekonomi Indonesia dalam rangka menjauhkan Indonesia dari jurang resesi.
"Oleh sebab itu langkah untuk mendorong ekonomi melalui percepatan stimulus belanja pemerintah dengan tetap mendorong peningkatan produktivitas yang memiliki multiplier effect terhadap permintaan dan konsumsi masyarakat," katanya.
Dia menambahkan secara umum, realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal II sesuai ekspektasi di mana konsumsi RT dan investasi juga mengalami pertumbuhan negatif. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga tercatat terkontraksi ke kisaran -5,51% (year on year/yoy) dari kuartal sebelumnya 2,84% yoy.
"Sektor-sektor dari sisi produksi yang diperkirakan menurun signfikan dan bahkan tercatat terkontraksi antara lain sektor perdagangan dan manufaktur," tandasnya.
(Dani Jumadil Akhir)