6 Fakta Filipina Resesi hingga Dilema Lockdown

Feby Novalius, Jurnalis
Sabtu 08 Agustus 2020 06:50 WIB
Filipina Alami Resesi Ekonomi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Filipina menjadi negara kedua di Asia Tenggara yang mengalami resesi ekonomi. Pada kuartal II-2020, pertumbuhan ekonomi Filipina minus hingga 16,5%.

Penyebabnya masih karena pandemi virus corona, di mana aktivitas ekonomi di negara tersebut melambat. Sebab, pemerintah memberlakukan karantina wilayah yang kedua guna mencegah penularan virus corona.

Okezone pun merangkum fakta-fakta menarik soal resesi ekonomi Filipina, Sabtu (8/8/2020):

1. Pertumbuhan Ekonomi Minus 16,5%

Dalam laporan Badan Statistik Filipina mencatat pertumbuhan ekonomi Filipina minus 16,5% pada kuartal II-2020.

2. Akhirnya Resesi

Dengan pertumbuhan ekonomi negatif di kuartal II, maka Filipina masuk resesi. Sebab, pada uartal sebelumnya juga mengalami pertumbuhan minus hingga 15,2%.

3. Sejarah Filipina

Kontraksi ini pun menjadi yang terdalam dalam catatan Filipina. Bahkan angkanya di atas prediksi para ekonom, di mana ekonomi mengalami penurunan hingga 9,4%.

"Upaya mencoba menahan virus meninggalkan luka besar pada neraca rumah tangga dan perusahaan. Ini yang sangat membebani permintaan untuk beberapa bulan mendatang," ujar Analis Capital Economics Alex Holmes.

4. Respons Pasar terhadap Resesi Filipina

Pasar saham pun merespons negatif dengan indeks saham acuan menurun 0,5% dan hingga pertengahan perdagangan belum mengalami perubahan. Sedangkan Peso berada di USD49,065 atau level terkuat sejak November 2016.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya