JAKARTA - Filipina menjadi negara kedua di Asia Tenggara yang mengalami resesi ekonomi. Pada kuartal II-2020, pertumbuhan ekonomi Filipina minus hingga 16,5%.
Penyebabnya masih karena pandemi virus corona, di mana aktivitas ekonomi di negara tersebut melambat. Sebab, pemerintah memberlakukan karantina wilayah yang kedua guna mencegah penularan virus corona.
Okezone pun merangkum fakta-fakta menarik soal resesi ekonomi Filipina, Sabtu (8/8/2020):
1. Pertumbuhan Ekonomi Minus 16,5%
Dalam laporan Badan Statistik Filipina mencatat pertumbuhan ekonomi Filipina minus 16,5% pada kuartal II-2020.
2. Akhirnya Resesi
Dengan pertumbuhan ekonomi negatif di kuartal II, maka Filipina masuk resesi. Sebab, pada uartal sebelumnya juga mengalami pertumbuhan minus hingga 15,2%.
3. Sejarah Filipina
Kontraksi ini pun menjadi yang terdalam dalam catatan Filipina. Bahkan angkanya di atas prediksi para ekonom, di mana ekonomi mengalami penurunan hingga 9,4%.
"Upaya mencoba menahan virus meninggalkan luka besar pada neraca rumah tangga dan perusahaan. Ini yang sangat membebani permintaan untuk beberapa bulan mendatang," ujar Analis Capital Economics Alex Holmes.
4. Respons Pasar terhadap Resesi Filipina
Pasar saham pun merespons negatif dengan indeks saham acuan menurun 0,5% dan hingga pertengahan perdagangan belum mengalami perubahan. Sedangkan Peso berada di USD49,065 atau level terkuat sejak November 2016.
5. Ekspor Anjlok
Ekspor mengalami penurunan tahunan dua digit dari Maret hingga Juni karena penguncian membatasi produksi dan mengganggu rantai pasokan. Pengangguran tertinggi telah membebani konsumsi swasta, yang mendorong sekitar dua pertiga dari PDB.
6. Dilema Karantina Wilayah
Presiden Filipina Rodrigo Duterte memberlakukan karantina wilayah sehingga sebagian besar bisnis tutup dan menangguhkan transportasi umum dari Maret hingga Mei. Lonjakan infeksi Covid-19 mendorong pemerintah untuk memberlakukan kembali penguncian di wilayah ibu kota dan sekitarnya. (feb)
(Kurniasih Miftakhul Jannah)