Saat ini, data lapangan kerja Amerika Serikat terlihat lebih baik dari perkiraan pelaku pasar. Ini menjadi sentimen positif bagi pasar, tetapi belum menunjukan tanda-tanda pemulihan ekonomi secara keseluruhan.
"Laba korporasi AS yang lebih baik dari consensus pasar menjadi sentimen positif. Hal ini sudah menjadi pendorong kenaikan Indeks dan harga saham dalam beberapa Minggu terakhir ini,"imbuhnya.
Dia menambahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia memang tidak terlalu baik, tetapi pasar mengalihkan perhatian pada harapan pertumbuhan di kuartal ke tiga. Harapan perbaikan ekonomi dikuartal ketiga didapat dari data yang menunjukan terjadi pertumbuhan penyaluran kredit dan penjualan kendaraan.
"Kami perkirakan IHSG cenderung konsolidasi melemah dengan support di level 5.059 sampai 4.928 dan resistance di level 5.200 sampai 5.250," pungkasnya. (dni)
(Rani Hardjanti)