5 Fakta Jokowi Marah-Marah soal Anggaran Covid-19, Tak Punya Aura Krisis!

Safira Fitri, Jurnalis
Minggu 09 Agustus 2020 10:48 WIB
Presiden Jokowi (Foto: Setkab)
Share :

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) lagi-lagi mengungkapkan rasa kecewanya terhadap kinerja para Menteri di kabinetnya. Ungkapan kecewa pernah dia sampaikan pada Rapat Siang Paripurna 18 Juni 2020.

Salah satu yang membuat Jokowi kesal adalah penyerapan anggaran belanja masih minim. Kata-katanya yang dilontarkan pun tegas dalam memberikan arahan hingga ancaman reshuffle.

Kekecewaan kembali diungkapkan Presiden pada rapat terbatas di Istana Merdeka 3 Agustus 2020. Penyerapan anggaran yang minim membuatnya jengkel.

Berikut adalah fakta kekesalan Jokowi terhadap penyerapan anggaran covid-19 yang dirangkum Okezone, Minggu (9/8/2020).

1. Realisasi Anggaran Minim

Jokowi menyoroti masalah persoalan realisasi anggaran penanganan Covid-19 yang masih jauh dari memuaskan. Padahal masuk di kuartal III ini pemerintah berusaha menggenjot perekonomian baik soal konsumsi rumah tangga maupun daya beli masyarakat.

“Saya melihat memang urusan realisasi anggaran ini masih sangat minim sekali. Sekali lagi dari Rp695 triliun stimulus untuk penanganan covid, baru 20% yang terealisasi. Rp141 triliun yang terealisasi. Sekali lagi baru 20%. Masih kecil sekali,” katanya

2. Soroti DIPA

Dia mengatakan realisasi paling besar ada di sektor perlindungan sosial yang mencapai 38%. Disusul sektor stimulus bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yakni 25%.

“Hati-hati ini. Yang belum ada DIPAnya (daftar isian pelaksanaan anggaran) saja masih gede sekali 40%. Dipanya belum ada. Dipa saja belum ada gimana mau realisasi?,” tuturnya.

3. Anggaran Harus Efektif

Dia pun meminta Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional untuk menuntaskan masalah ini. Dia ingin agar setiap urusan dijabarkan secara detail.

“Oleh sebab itu saya minta pak ketua, urusan ini didetailnya satu per satu dari menteri-menteri yang terkait. Sehingga manajemen krisis kelihatan, lincah, cepat, troubleshooting, smart shortcut, dan hasilnya betul-betul efektif efektif. Kita butuh kecepatan,” katanya.

4. Penyerapan Anggaran Baru 19%

Presiden menilai penyerapan stimulus penanganan covid ini masih belum optimal dan kecepatannya masih kurang. Dia mengatakan dari total stimulus penanganan covid sebesar Rp695 triliun baru terealisasi baru Rp136 triliun. Artinya, baru sekira 19%.

“Sekali lagi baru 19%,” tuturnya.

5. Tidak Punya Aura Krisis

Jokowi kembali menyentil para Kementerian atau Lembaga karena belum merasakan aura krisis.

“Aura krisis belum betul-betul belum, ya belum (ada)," ujarnya, Jakarta, Senin (3/8/2020).

Dirinya mengatakan, Kementerian atau Lembaga masih banyak yang terjebak akan pekerjaan harian. Di mana, tidak mengetahui prioritas yang harus dikerjakan terlebih dahulu.

"Oleh sebab itu saya minta ini, urusan ini didetailkan satu per satu dari menteri-menteri yang terkait," ujarnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya