Menteri KKP Sebut Indonesia Masih Butuh Banyak Kapal Ikan

Michelle Natalia, Jurnalis
Minggu 23 Agustus 2020 15:38 WIB
Menteri KKP Edhy Prabowo soal Kapal Pencuri Ikan (Foto: iNews/Pangeran)
Share :

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyebut Indonesia masih membutuhkan banyak kapal untuk memaksimalkan produksi dari potensi sumber daya perikanan yang dimiliki, sehingga dia mendorong tumbuhnya industri galangan kapal dalam negeri.

Potensi lestari sumber daya ikan Indonesia sebesar 12,54 juta ton per tahun dengan nilai ekonomi mencapai USD20 miliar/tahun. Dari jumlah tersebut, menurut ketentuan internasional yang boleh dimanfaatkan sekitar 10 juta ton per tahun, atau 80% dari seluruh potensi lestari.

"Sementara dari data tahun lalu, produksi perikanan tangkap Indonesia baru mencapai 7,53 juta ton, terdiri dari 92,68% sisanya sebesar 7,32% dari perairan umum daratan," ujar Menteri Edhy dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (23/8/2020).

Baca Juga: Cerita Menteri KKP Tangkap 2 Kapal Asing Pencuri Ikan, Kejar-kejaran 3 Jam 

Dari gambaran potensi dan data tersebut, sambung Menteri Edhy, pengembangan usaha perikanan tangkap masih belum optimal, namun prospeknya sangat baik. Itulah sebabnya dia mendorong peningkatkan produksi kapal dalam negeri agar produktivitas perikanan tangkap ikut naik.

Berdasarkan data, ada sekitar 600.000 kapal penangkap ikan di lautan Indonesia. Di mana 71%-nya berupa kapal motor dan yang berukuran di atas 30 GT hanya sekitar 1% saja.

"Indonesia masih memerlukan banyak kapal ikan untuk beroperasi dan menangkap ikan. Pak Presiden juga meminta industri perkapalan terus diperkuat sehingga mampu mendukung pergerakan industri perikanan," terangnya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya