JAKARTA - PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS) mencatat laba bersih sebesar Rp117,2 miliar pada semester I 2020. Angka ini tumbuh 229,6% secara tahunan (YoY).
Direktur Operasional BRI Syariah Fahmi Subandi menyebut, capaian perseroan karena ditopang oleh Dana Pihak Ketiga (DPK) yang pertumbuhan dana murahnya (giro dan tabungan) mencapai 90,79%sehingga meningkatkan rasio dana murah terhadap total dana pihak ketiga (Case Ratio) hingga mencapai 54,34%.
"Pertumbuhan ini menandakan BRI Syariah yang terus mencari peluang di tengah pemberlakuan transisi pembatasan sosial berskala besar. Kami tetap harus tumbuh untuk menjaga keberlangsungan bisnis yang dilakukan secara selektif agar menciptakan pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan," ujar Fahmi dalam konferensi pers secara virtual, Jakarta, Senin (24/8/2020).
Baca Juga: BRI Kantongi Laba Bersih Rp10,2 Triliun pada Semester I-2020
Dalam paparannya, Fahmi menjelaskan, dari sisi DPK dan pengendalian biaya dana bahwa peningkatan Case ratio telah berhasil menurunkan beban biaya dana dari 4,72% di 2019 menjadi 3,67% di kuartal II 2020 menjadi 3,67%.
Lebih jauh, capaian laba BRI Syariah juga didorong oleh pendapatan penyaluran dana yang mencapai Rp1,94 triliun atau tumbuh 19,75% secara tahunan. Selain itu, bagi hasil untuk pemilik dana investasi sebesar Rp523,83 miliar, turun 16,85% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019.