Ketiga, bingung antara penghasilan sebagai owner dan penghasilan sebagai pengurus bisnis. Saat bisnis masih kecil, biasanya owner turun tangan langsung sebagai CEO alias Chief Everything Officer.
Disarankan untuk owner yang ikut mengurus bisnis harus dapat gaji bulanan dan hasil usaha di akhir periode baru dibagikan sebagai dividen untuk owner.
Keempat, mengejar pertumbuhan revenue, tanpa mempertimbangkan kelancaran cashflow. Saran Prita "Cash is King, but Cashflow is Queen." Betul kas sangat penting, namun yang menentukan arah bisnis akan tetap bisa jalan atau stuck adalah arus kas alias cashflow.
Kelima, tidak memiliki perencanaan mitigasi risiko bisnis. Disarankan pada saat bisnis semakin besar, ada baiknya mempertimbangkan upaya mitigasi dalam bentuk proteksi kerugian umum. Lalu, manajemen risiko operasional bisnis juga mulai ditata melalui SOP yang baik.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)