Antara Hobi dan Uang, Jangan Sampai Ada 'Bocor Halus' Berkelanjutan!

Safira Fitri, Jurnalis
Selasa 25 Agustus 2020 13:26 WIB
Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Di masa pandemi saat ini, masyarakat cenderung lebih memberi perhatian terhadap hobi baru atau hobi lama yang justru terpendam. Di samping itu, sejumlah hobi yang dijalani rupanya memiliki kebutuhan tersendiri entah berupa perlengkapan atau alat lainnya yang butuh merogoh kocek secara lebih dengan tidak disadari.

Hobi yang sedang ramai diminati masyarakat saat ini seperti, tanam-tanaman, desainer interior dadakan, gym dan fitness junkie, cooking dan baking, serta koleksi aneka rupa. Menjalani hobi-hobi tersebut sebenarnya boleh saja, asal tidak lupa diri.

Baca juga: Bantuan Karyawan Rp600.000 Cair, Enaknya Dipakai untuk Apa Ya?

Jangan sampai ada bocor halus pada dompet apalagi sampai berkelanjutan hingga kebocoran kian membesar. Oleh sebab itu, perlunya mengalokasikan untuk budget playing. Berikut merupakan beberapa tips seperti dilansir dari laman Instagram Pritaghozie, Jakarta, Selasa (25/8/2020).

Pertama, memahami kebutuhan dasar dan kebutuhan yang dibuat. Tetap bisa membuat daftar prioritas sendiri, kebutuhan utama mana yang ada di dasar piramida hingga ke puncak, dalam hal ini seperti halnya pada teori Maslow's hierarchy of needs yang memperlihatkan kebutuhan manusia cukup banyak.

Baca juga: Subsidi Gaji Cair, Prioritaskan Beli 3 Keperluan Ini

Kedua, salurkan belanja untuk membantu perekonomian lokal. Jangan sampai salah, jika masih berpenghasilan, tetap sah saja untuk tetap jajan atau menyalurkan pengeluaran konteks playing.

Prita menyarankan, alihkan untuk mendorong ekonomi produk lokal seperti halnya mengikuti kampanye Bangga Buatan Indonesia.

Ketiga, tetap membayar dengan cash. Apa pun alasannya, jangan sampai membayar pengeluaran playing dengan cicilan. Diharapkan untuk sabar, karena semua indah pada waktunya.

"Aku paham kok sepeda lipat itu kece banget dan mendukung hobi fitness kamu. Tapi, jangan tergoda pinjaman konsumtif (atau pay later) demi membelinya. Cicilan tuh buat kewajiban besar seperti beli rumah, bukan membuat kewajiban yang di ada-adain," kata Prita.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya