4. Appreciation
Yaitu peningkatan nilai suatu properti. Misalnya, sebuah properti dibeli pada tahun lalu seharga Rp100 juta, dan tahun ini menjadi Rp120 juta, berarti telah terjadi appreciation sebesar Rp20 juta dalam setahun.
Istilah lainnya yang lebih populer ialah capital gain atau gain. Inilah yang menjadi alasan utama orang untuk melakukan investasi pada properti.
5. Leverage
Yaitu penggunaan dana pinjaman guna meningkatkan keuntungan investasi properti. Untuk leverage harus dilihat dari kasus per kasus dan tidak banyak orang memperoleh leverage karena melibatkan pihak pembeli pinjaman (bank atau pihak ketiga) yang perlu mempelajari lebih rinci sebelum memberikan pinjaman.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)