JAKARTA - Pemerintah Indonesia mengupayakan penanganan Covid-19 dengan mempercepat pengadaan vaksin corona. Direncanakan sampai akhir tahun akan tersedia 30 juta vaksin untuk 15 juta rakyat Indonesia.
"Pemerintah Indonesia akan memperoleh vaksin sebagai public goods dengan harga di rentang USD5 hingga USD10 melalui GAVI/CEPI," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Hal tersebut seiring dengan kerjasama pengembangan vaksin yang dilakukan oleh Astra Zeneca, Moderna/Institute of Allergy and Infectious Diseases.
Okezone pun merangkum beberapa fakta mengenai harga vaksin Covid-19 yang dirangkum, Jakarta, Minggu (30/8/2020):
1. Berapa Harga Vaksin?
Vaksin corona akan diperoleh pemerintah sebagai public goods dengan rentang harga USD5 hingga USD10 atau jika dirupiahkan setara dengan Rp73.500-Rp 147.000 (kurs Rp14.700 per USD) per dosisnya.
2. Harga Vaksin Masih Diperkirakan
Menurut Corporate Secretary Bio Farma Bambang Heriyanto, harga ini masih perkiraan dan baru akan ditentukan ketika produksi sudah dimulai.
"Kalau harga pastinya belum ada. Itu baru range estimasi kasar harga per dosisnya, USD5 - USD10. Kami masih harus menghitung lebih detil struktur harganya," ujarnya.
3. Harga Vaksin Bisa Rp438.000
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Erick Thohir mengatakan, berdasarkan perhitungan awal pihaknya, harga vaksin akan dihargai Rp365.000 hingga Rp438.000. Meski begitu, pihak PT Bio Farma masih mengkaji ulang besaran harga tersebut.
4. Ingat! Masih Tahap Uji klinis
Saat ini uji klinis vaksin covid-19 dengan Sinovac sedang berlangsung di Bandung. Adapun uji klinis ini bisa selesai pada akhir tahun.
"Kita berharap bahwa sampai dengan akhir tahun kita bisa mempunyai akses terhadap 30 juta vaksin produksi di Biofarma. Ini merupakan inisiatif yang paling depan,” ujar Menko Airlangga.
5. Kimia Farma dengan Wuhan Institute Biological Products
Selain di Bandung, uji klinik fase ke-3 antara Kimia Farma dengan Wuhan Institute Biological Products sedang dijalani di Uni Emirat Arab (UEA).
“Selain itu, kerjasama juga dilakukan antara Kalbe dengan Genexine Korea. Berbagai vaksin ini diharapkan dapat untuk memastikan Covid-19 ini dapat dihentikan atau dimitigasi,” ujar Menko Airlangga Hartanto.