JAKARTA - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) balik menguat pada perdagangan Rabu waktu setempat. Dolar naik dari posisi terendah usai aktivitas manufaktur di AS menunjukkan penguatan. Sementara itu, euro turu dari level tertinggi sejak 2018 karena aksi ambil untung.
Institute for Supply Management mencatat data ekonomi yang diterbitkan pada Selasa menunjukkan peningkatan aktivitas manufaktur AS. Hal tersebut terlihat dari lonjakan pesanan baru selama Agustus 2020.
Baca Juga: Indeks Dolar AS Menurun, Poundsterling Naik ke Level Tertinggi
Data AS mengikuti indikator manufaktur China dan Eropa yang sama optimisnya. Peningkatan permintaan produksi ini telah berkontribusi pada kenaikan greenback.
Indeks dolar naik tipis 0,5% pada 92,80, setelah mencapai level terendah sejak April 2018 di 91,737. Demikian dila dilansir dari CNBC, Kamis (3/9/2020).
Baca Juga: Kebijakan The Fed Dorong Dolar AS ke Level Terendah
Meski demikian, greenback telah turun sekitar 1% sejak pekan lalu setelah Federal Reserve mengumumkan akan lebih fokus pada inflasi rata-rata dan lapangan kerja yang lebih tinggi.
Dengan perubahan kebijakan Fed yang memiliki kelonggaran untuk mempertahankan suku bunga AS lebih rendah lebih lama, hal itu telah mendorong para pedagang untuk menjual mata uang.