JAKARTA - Pandemi virus corona membuat masyarakat harus melakukan evaluasi pada keuangannya. Ada empat hal yang perlu dievaluasi untuk mengatur keuangannya.
Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini mengatakan, pertama adalah melakukan evaluasi pada pengeluarannya. Dalam mengeluarkan uang harus dipilah dengan bijak agar tidak tetap teratur meskipun sedang situasi pandemi.
Baca juga: Asuransi Penting saat Resesi tapi Sesuaikan dengan Kantong
Menurut Mike, pada masa pandemi biasanya ada beberapa pos pengeluaran yang meningkat. Akan tetapi, ada juga pos pengeluaran yang justru turun karena pandemi, oleh karenanya bagaimana orang tersebut bisa memanfaatkan dengan baik pos pengeluarannya.
"Jadi surplus dong. Nah surplusnya diapakan. Yang naik ini karena apa listrik barangkali, beli paket data. Buat gawai buat anaknya belanja. Evaluasi jangan sampai kehilangan arah. mengatur pos-pos belanja kita," ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (3/9/2020).
Baca juga: Berlagak Sok Kaya tapi Bikin Miskin, Ini Penyebabnya
Menurut Mike, hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah melakukan evaluasi pada risiko keuangan. Apalagi bagi mereka yang pekerjaan dan bisnisnya terganggu.
"Evaluasi anda punya risiko keuangan ya. Bagi yang sudah kena PHK, atau bisnisnya juga turun banget jadi pendapatannya itu hilang," jelasnya.
Lalu yang ketiga adalah harus mengevaluasi pendapatan. Menurut Mike, pada masa pandemi seperti ini, jangan hanya bergantung pada satu pendapatan saja, perlu mencari alternatif pemasukan lainnya.
"Jadi harus mengevaluasi pendapatannya. Sumber pendapatannya tidak bisa lagi tergantung gaji," kata Mike.
Kemudian yang terakhir adalah harus melakukan evaluasi pada instrumen investasi. Apalagi bagi mereka yang sudah bergelut di pasar saham, perlu untuk meninjau kembali.
Apalagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga sedang menunjukkan tanda-tanda kenaikan. Setelah pada saat awal corona, sempat berada di angka 3.900 sekaligus titik terendahnya.
"Evaluasi anda punya investasi. Karena saya lihat secara statistik data dari Januari itu terjadi penurunan IHSG signifikan," kata Mike.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)