JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak melemah imbas melonjaknya kasus Covid-19. Tercatat, pada Sabtu 19 September 2020, kasus Covid-19 di Indonesia kembali cetak rekor yakni mencapai 4.186 kasus.
Head Head of Research MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, IHSG diperkirakan berpeluang tertekan pada perdagangan Senin ini di tengah pencapaian jumlah tertinggi kembali korban yang terjangkiti dan tewas akibat Covid19,
"Di mana selama 3 hari (Jumat hingga Minggu) ada penambahan sekitar +12,048 orang (naik +5.18%) terjangkit Corvid sehingga sejauh ini korban terjangkiti Covid19 mencapai 244.676 orang dengan penambahan korban tewas selama 3 hari sebanyak +331 orang (naik +3.59%) sehingga sejauh ini jumlah korban tewas sudah mencapai 9.553 orang, menuju 10.000 orang tewas dalam waktu dekat ini," kata Edwin dalam risetnya, Jakarta, Senin (21/9/2020).
Baca Juga: Rekor Baru! Kasus Baru Corona 4.168 Kasus, Total Positif Sebanyak 240.687 Orang
Pada perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergerak ke level 5.023 - 5.107. Setelah selama seminggu lalu IHSG menguat sebesar +0.85% tetapi diiringi net sell asing sebesar Rp-3.84 triliun (sehingga membuat kontribusi dan kepemilikan investor domestik atas saham meningkat mendekati 75% dan menurut Edwin bagus karena membuat IHSG lebih stabil ke depannya.
"Maka di awal minggu ini investor sebaiknya fokus atas saham berbasis komoditas yang harganya sedang mengalami kenaikan seperti: Coal menguat +1.59% (MBAP, ADRO, PTBA, ITMG, HRUM), CPO naik +3.44% (LSIP, AALI) atau Gold meningkat +0.37% (MDKA, ANTM, PSAB)," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)