JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melemah pada perdagangan hari ini. Adapun IHSG akan bergerak di kisaran 4.975-5.097.
Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, berdasarkan indikator, MACD telah membentuk pola dead cross di area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI mulai menunjukkan sinyal negatif.
"Di sisi lain, terlihat pola downward bar yang mengindikasikan adanya potensi pelemahan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke support terdekat," ujar Nafan dalam risetnya, Selasa (22/9/2020).
Baca Juga: IHSG Lengser dari 5.000 Dihantui Sentimen Pilpres AS hingga PSBB
Berdasarkan rasio fibonacci, support dan resistance berada pada 4.975,54 hingga 5.097,14.
IHSG sebelumnya ditutup melemah 1,18% ke 4.999, terdapat 115 saham menguat, 329 saham melemah dan 144 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp6,7 triliun dari 12,1 miliar lembar saham yang diperdagangkan.
Baca Juga: Bu Menaker, Kapan BLT Subsidi Gaji Tahap 4 Ditransfer?
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut;
BBRI
Daily (3190) (RoE: 10.55%; PER: 19.13x; EPS: 166.72; PBV: 2.02x; Beta: 1.45): Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 3010 - 3190, dengan target harga secara bertahap di level 3500, 3650, 3780 dan 4320. Support: 3010 & 2830.
BJTM
Daily (525) (RoE: 16.12%; PER: 5.08x; EPS: 103.38; PBV: 0.82x; Beta: 1.63): Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 515 – 525, dengan target harga secara bertahap di level 545, 565, 590, 650 dan 710. Support: 515 & 500.
BWPT
Daily (103) (RoE: -21.01%; PER: -4.08x; EPS: -26.46; PBV: 0.86x; Beta: 2.03): Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 200 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 97 – 103, dengan target harga secara bertahap di level 107, 120 dan 133. Support: 102, 97 & 92.
INTP
Daily (10850) (RoE: 3.95%; PER: 43.79x; EPS: 254.06; PBV: 1.72x; Beta: 1.37): Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish stick sandwich candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 10600 – 10900, dengan target harga secara bertahap di level 11625, 12050 dan 13900. Support: 10200.
MYOR
Daily (2320) (RoE: 16.56%; PER: 27.68x; EPS: 83.80; PBV: 4.58x; Beta: 0.21): Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada level 2300 – 2320, dengan target harga secara bertahap di 2400 dan 2740. Support: 2210.
PGAS
Daily (1010) (RoE: 0.42%; PER: 130.35x; EPS: 7.94; PBV: 0.55x; Beta: 2.36): Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 1000 – 1010, dengan target harga secara bertahap di level 1040, 1060, 1260 dan 1360. Support: 960.
(Dani Jumadil Akhir)