"Isu ini sudah dibantah tetapi berkontribusi pada pelemahan nilai tukar Rupiah dan keluarnya dana Asing dari pasar keuangan Indonesia beberapa pekan sebelumnya. Rupiah yang melemah di tambah keluarnya dana asing membuat IHSG sulit menguat signifikan dan cenderung sideways sampai akhir tahun," katanya.
Nantinya, pasar saham Indonesia di akhir pekan menguat di dukung oleh klaim pemerintah provinsi DKI Jakarta bahwa penerapan PSBB total jilid dua berhasil menekan angka kasus baru Covid-19. Selain itu, kabar vaksin perusahaan China yang berhasil menjadi tambahan sentimen positif.
Kabar vaksin ini ternyata hanya cuplikan pernyataan pejabat WHO sebelumnya ketika vaksin asal China memasukai uji tahap lanjutan
"Pasar saham terlihat dipengaruhi berita positif dan negative. Kami perkirakan IHSG berpeluang menguat di awal pekan dan cenderung melemah di tengah sampai akhir pekan. IHSG bergerak dengan level support di level 4,820 sampai 4,754 dan resistance di level 4,978 sampai 5,187 dengan kecenderung melemah dalam sepekan ke depan," pungkasnya.
(Feby Novalius)