JAKARTA - Di tengah kondisi pandemi Covid-19, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) justru memulai pengembangan proyek hunian berskala kota mandiri ke-6 pada tahun ini. Meski pandemi memberikan tekanan terhadap sejumlah target, SMRA menjalaninya dengan inovasi.
Direktur Utama Summarecon Agung Adrianto P Adhi mengatakan, meskipun situasi pandemi, pihaknya memilih untuk tetap berjalan dan tidak menyerah kepada keadaan.
Baca Juga: Summarecon Raup Pendapatan Rp5,9 Triliun pada 2019
"Kita show must go on, kita ini dengan pandemi kita tidak bisa terus larut kemudian kita tidak berbuat apa-apa, justru sejak pandemi di bulan Maret, Summarecon terus menggali inovasi, menggali hal-hal yang positif, beradaptasi untuk mencari opportunity," ujar Adrianto dalam press conference virtual, Selasa (29/9/2020).
Dia menambahkan, pihaknya mensyukuri bahwa peluang yang ada bisa diterjemahkan ke dalam strategi yang mumpuni sehingga Summarecon mampu menghasilkan penjualan-penjualan di tengah kondisi pandemi.
Baca Juga: Dikunjungi Jokowi, Summarecon Mall Bekasi Tegaskan Belum Buka Hari Ini
"Kita mesyukuri bahwa opportunity itu kita ekspresikan dalam strategi-strategi kita dan puji tuhan, kita bersyukur menghasilkan satu penjualan-penjualan di township-township kami dengan cukup baik sekali pun di masa pandemi," ucapnya.
"Bagaimana Summarecon Serpong, Summarecon Bekasi, Summarecon Bandung menjalankan bisnis dan menghasilkan penjualan-penjualan yang cukup signifikan angkanya dalam hal ini kita menjadi semakin optimis," sambungnya.
Adrianto juga menyebut, karena bisnis properti terdampak akibat pandemi, pihaknya sampai harus merevisi target pendapatan perseroan di tahun 2020.
"Kita juga baru saja merevisi target dari Rp4 triliun menjadi Rp2,5 triliun. Itu menandakan bahwa ada koreksi situasi akibat pandemi terhadap situasi sebelumnya," kata dia.
(Feby Novalius)