"Bagaimana Summarecon Serpong, Summarecon Bekasi, Summarecon Bandung menjalankan bisnis dan menghasilkan penjualan-penjualan yang cukup signifikan angkanya dalam hal ini kita menjadi semakin optimis," sambungnya.
Adrianto juga menyebut, karena bisnis properti terdampak akibat pandemi, pihaknya sampai harus merevisi target pendapatan perseroan di tahun 2020.
"Kita juga baru saja merevisi target dari Rp4 triliun menjadi Rp2,5 triliun. Itu menandakan bahwa ada koreksi situasi akibat pandemi terhadap situasi sebelumnya," kata dia.
(Feby Novalius)