JAKARTA - Pemimpin perusahaan investasi Berkshire Hathaway, Warren Buffett dinilai salah memilih saham di tengah masa pademi Covid-19. Pasalnya, harga saham perusahaan tersebut bergerak datar pada kuartal II.
Beberapa kepemilikan saham terbesar Berkshire telah gagal di tengah corona kata Cramer. Coca-Cola mungkin baik-baik saja dan tapi Wells Fargo mengecewakan. Padahal, indeks S&P 500 melonjak sekitar 20%, persentase kenaikan terbesar sejak 1998.
Baca Juga: Covid-19 Bikin Happening Investasi Saham, Yuk Belajar di Sini
"Saya merasa sedih bahwa perusahaan investasi terbaik di Amerika telah terpeleset," kata pembawa acara Mad Money Jim Cramer dilansir dari Business Insider, Minggu (4/10/2020)
Cramer menyoroti beberapa penguatan saham di tengah corona, termasuk Zoom, PayPal, Netflix, Shopify, dan Etsy.
Baca Juga: Berinvestasi saat Covid-19, Bersikap Agresif atau Defensif?
Namun, portofolio Berkshire lebih mengarah pada layanan keuangan daripada teknologi. Kepemilikan saham seperti Bank of America, American Express, dan JPMorgan Chase telah tertinggal pasar tahun ini.
"Dia sangat peduli tentang pajak dan karena itu dia tidak akan melakukan perubahan," katanya mengacu pada keengganan Buffett untuk membeli dan menjual saham.
Namun, Cramer memberikan penilaian benar terhadap Buffett soal investasi di saham Apple, saham teknologi yang mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di bulan Juni.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)