JAKARTA - Harga emas melonjak 1% di tengah optimisme stimulus baru untuk penanganan virus corona dan dolar melemah. Meski kenaikan emas terbatas karena ada kenaikan pasar saham setelah Presiden AS Donald Trump segera keluar dari rumah sakit.
Spot emas naik 0,7% menjadi USD1.912,80 per ounce setelah mencapai level tertinggi sejak 22 September di USD1.918,36. Emas berjangka AS ditutup naik 0,7% menjadi USD1.920,10.
Baca Juga: Naik Seribu, Emas Antam Dijual Rp1.015.000/Gram
Optimisme atas stimulus fiskal berlaku setelah komentar Ketua DPR AS Nancy Pelosi, yang mengatakan kemajuan sedang dibuat pada undang-undang bantuan.
Baca Juga: RI Peringkat 7 Penghasil Emas Terbesar Dunia, Berapa yang Tersisa?
“Mungkin ada kesepakatan kecil yang akan disetujui Pelosi dan Partai Republik akan setuju dan saya pikir stimulus akan menjadi keuntungan bagi logam,” kata Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures Daniel Pavilonis, dilansir dari CNBC, Selasa (6/10/2020).
Harga emas naik setelah dolar turun 0,4%. Hal ini pun membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Sedangkan saham global menyambut berita bahwa Trump dapat keluar dari rumah sakit.
Sementara itu, logam lainnya, perak naik 2,4% menjadi USD24,27 per ounce, platinum naik 1,3% menjadi USD893,00 dan paladium naik 2,5% menjadi USD2.366.00.
(Feby Novalius)