NEW YORK - Dolar AS melemah pada akhir perdagangan Jumat (9/10/2020) waktu setempat. Hal ini dikarenakan pelaku pasar mengamati soal pembaruan akan stimulus ekonomi virus Corona AS.
Melansir Xinhuanet, Jakarta, Sabtu (10/10/2020), indeks dolar terhadap enam mata uang utama turun 0,59% menjadi 93,0532.
Baca juga: Tekan Dolar AS, Rupiah Menguat ke Rp14.675/USD
Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1825 dari USD1,1758 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,3038 dari USD1,2933 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7231 dari USD0,7163 .
Dolar AS dibeli 105,62 yen Jepang, lebih rendah dari 106,01 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9097 franc Swiss dari 0,9171 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3131 dolar Kanada dari 1,3199 franc Kanada dolar.
Baca juga: Dolar AS Kehabisan Bensin Menanti Stimulus Fiskal
Langkah itu dilakukan ketika Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Ketua DPR Nancy Pelosi melanjutkan pembicaraan seputar potensi paket bantuan virus corona.
"Di AS, perdebatan tentang paket fiskal baru yang dimaksudkan untuk melunakkan efek krisis COVID terus berlanjut," meskipun "pasar telah mengabaikan harapan bahwa paket utama akan disahkan menjelang pemilihan presiden," Antje Praefcke, analis di Commerzbank Research, mengatakan dalam sebuah catatan hari Jumat.
(Fakhri Rezy)