Pilpres Amerika Jadi Motor Penggerak IHSG Pekan Depan

Fadel Prayoga, Jurnalis
Minggu 11 Oktober 2020 12:06 WIB
Pilpres AS Jadi Sentimen IHSG Pekan Depan. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ke-2 Oktober masih dipengaruhi sentiment dari Amerika Serikat (AS). Di antaranya perundingan stimulus tambahan untuk penanganan Covid-19 dan jelang Pemilihan Presiden AS.

Pasar keuangan fluktuasi akibat naik turunnya kemajuan perundingan stimulus fiskal. Pasar sempat bereaksi negatif ketika Presiden AS Donald Trump membatalkan negosiasi pada awal pekan.

Baca Juga: IHSG Berhasil Ditutup Naik 0,29% ke 5.054

“Tetapi sesudah itu Trump memberikan dukungan stimulus terutama bantuan untuk maskapai penerbangan dan langkah-langkah stimulus lainnya,” ujar Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee, Minggu (11/10/2020).

Namun Ketua DPR Nancy Pelosi menolak gagasan RUU mandiri untuk bantuan maskapai penerbangan tanpa kesepakatan stimulus yang lain. Saat ini ekonomi Amerika Serikat sangat membutuhkan stimulus fiskal menyusul perlambatan pemulihan ekonomi yang terjadi.

Baca Juga: Sempat Melambung, IHSG Ditutup Turun 0,11% ke 5.034 Jeda Siang Ini

Ketua DPR US Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin kembali gagal mencapai kesepakatan pada akhir pekan. Mnuchin mengajukan proposal baru tetapi pembantu Pelosi mengatakan bahwa proposal tersebut tidak memiliki rencana luas dan rinci untuk mengatasi pandemi.

Diperkirakan negosiasi paket stimulus fiskal untuk mengatasi covid-19 akan terus berlanjut pada pekan ini. Biarpun kecil peluang tercapai kesepakatan sebelum pemilu AS, tetapi kemajuan perundingan menjadi sentimen positif bagi pasar.

Selain itu, pelaku pasar mulai mengantisipasi peluang kemungkinan kandidat presiden Demokrat Joe Biden pada pemilihan presiden 3 November 2020. Setelah debat yang brutal pada bulan lalu, berhasil menaikan keunggulan Biden atas Trump dalam beberapa jajak pendapat nasional di Amerika Serikat.

Kemenangan Biden dan Demokrat akan membuka peluang stimulus fiskal yang lebih besar sehingga mempercepat pemulihan ekonomi negative tersebut.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya