Apple hingga Facebook buat Wall Street Melonjak Tinggi

Giri Hartomo, Jurnalis
Selasa 13 Oktober 2020 07:26 WIB
Wall Street (Shutterstock)
Share :

NEW YORK - Wall Street bergerak menguat pada perdagangan Senin (12/10/2020) waktu setempat. Kenaikan tersebut ditopang oleh saham-saham di sektor teknologi serta investor sedang memantau negosiasi stimulus di Washington.

Melansir CNBC.com, Jakarta, Selasa (13/10/2020), Dow Jones Industrial Average naik 250,62 poin atau 0,9% menjadi 28.837,52. S&P 500 naik 1,6% di 3.534,22 dan Nasdaq Composite naik 2,6% menjadi 11.876,26. Itu adalah hari terbaik Nasdaq sejak 9 September, ketika reli 2,7%.

 Baca juga: Wall Street Ditutup Menguat Berkat Saham Amazon hingga Facebook

Kenaikan sektor teknologi diungguli oleh kenaikan saham Apple yang melonjak 6,4%. Peningkatan tersebut merupakan kenaikan terbesar selama satu hari sejak 31 Juli.

Apple mendapat sentimen positif karena investor melihat ke depan soal aksi penting bagi perusahaan. Pada hari Selasa, Apple diperkirakan akan meluncurkan iPhone 5G pertamanya. Sejarah menunjukkan saham Apple biasanya mengungguli pasar yang lebih luas setelah peluncuran iPhone.

Facebook dan Amazon naik masing-masing 4,3% dan 4,8%. Alphabet naik 3,6% dan Microsoft naik 2,6%.

 Baca juga: Wall Street Ditutup Menguat, Investor Abaikan Resesi Imbas Covid-19

"Pasar menunjukkan bias pro-pertumbuhan / momentum yang sangat kuat," kata Adam Crisafulli, pendiri Vital Knowledge, dalam sebuah catatan.

“Poros menjauh dari siklus (yang telah memimpin selama dua minggu terakhir) dapat mencerminkan penurunan peluang jangka pendek untuk stimulus fiskal dan lonjakan kasus COVID, tetapi narasi makro inti di AS masih sangat terfokus pada kemungkinan untuk ' Gelombang biru'," tambahnya.

Reli hari Senin datang bahkan ketika peluang untuk putaran stimulus lain sebelum pemilu tampak redup selama akhir pekan. Baik Ketua DPR Nancy Pelosi, D-Calif., Dan Senat Partai Republik menolak tawaran USD1,8 triliun dari Gedung Putih.

Dalam sebuah surat kepada rekan-rekannya, Pelosi menyoroti apa yang dia katakan sebagai penawaran yang tidak memadai untuk masalah perawatan kesehatan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya