Sentimen Penguat Rupiah Selama Sepekan

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Jum'at 16 Oktober 2020 09:39 WIB
Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock
Share :

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah berhasil kokoh di zona hijau pada perdagangan kemarin. Rupiah menguat di saat mayoritas rekan mata uang Asia lainnya terkapar di zona merah seiring dengan penguatan dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan kemarin rupiah parkir di level Rp14.690 per dolar AS, menguat 0,19% atau 28 poin. Rupiah berhasil menjadi mata uang yang menguat melawan dolar AS pada perdagangan kali ini bersama dengan won yang terapresiasi 0,32%.

Sementara itu, mata uang Asia lainnya terkapar di zona merah dengan pelemahan dipimpin oleh yuan yang turun 0,21% dan diikuti oleh dolar Taiwan dan baht yang masing-masing melemah 0,18% dan 0,14%.

Baca Juga: Rupiah Diprediksi Menguat ke Rp14.600 per USD

Mengutip data Treasury MNC Bank, Jumat (16/10/2020), sepanjang pekan ini rupiah telah bergerak menguat 0,13%, sedangkan sepanjang tahun berjalan 2020 melemah hingga 5,6%.

Rupiah berhasil mendapatkan katalis positif untuk menguat melawan dolar AS dari rilis data neraca dagang September 2020. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia berhasil mencatatkan surplus neraca dagang sebesar USD2,4 miliar pada September 2020. Kinerja surplus tersebut terjadi selama lima bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

 

Pada periode Januari-September 2020, Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar USD13,51 miliar. Ini merupakan surplus kelima beruntun tahun ini menjadi katalis sangat positif bagi rupiah. Selain itu, demo yang terkendali juga membantu memberikan sentimen positif untuk rupiah.

Selain itu, pasar juga tengah menanti perkembangan vaksin merah putih yang telah mencapai 55%. Jika vaksin Covid-19 itu berhasil, rupiah akan mendapatkan tenaga tambahan untuk menguat lebih lanjut terhadap dolar AS.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya