Sederet Vitamin yang Bikin Rupiah Menguat ke Rp14.600/USD

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 21 Oktober 2020 10:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 320 2297050 sederet-vitamin-yang-bikin-rupiah-menguat-ke-rp14-600-usd-rhc8B1EJJi.jpg Rupiah Menguat terhadap Dolar AS. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) diperkirakan bergerak pada level Rp14.600-Rp14.750. Ada beberapa sentimen yang akan mempengaruhi Rupiah, di antaranya kebijakan AS dan pengembangan vaksin virus corona.

Treasury MNC Bank dalam risetnya, Rabu (21/10/2020), menyampaikan bahwa dalam penutupan perdagangan Selasa (20/10/2020) Rupiah menguat 50 poin atau 0,34% ke level Rp14.657 per USD. Jisdor juga menguat 12 poin atau 0,08% ke Rp14.729, dibandingkan dengan posisi Senin (19/10/2020) yang berada di level Rp14.741.

Baca Juga: Rupiah Dibuka Menguat, 1 Dolar Sama dengan Rp14.645

Sementara dolar index menguat 0,014 poin atau 0,01% ke level 93,413 berdasarkan data Bloomberg.

Ada beberapa penggerak pasar kemarin, dari dalam negeri, walaupun PDB kuartal III baru diumumkan awal November, namun hawa resesi dinilai sudah tampak jelas dan bisa terlihat dari konsumsi masyarakat yang masih stagnan dan Infrastruktur yang masih jalan di tempat.

Demonstrasi UU Cipta kerja yang berakhir damai kemarin, juga membuat Rupiah dapat kembali menguat.

Sementara dari AS, Ketua DPR Nancy Pelosi berharap akan ada kejelasan tentang stimulus yang dapat disahkan sebelum Pemilu Presiden 3 November mendatang.

Baca Juga: Rupiah Dibuka Lesu di Rp14.717/USD

Selain itu, Wakil Ketua Federal Reserve Richard Clarida juga menyoroti kebutuhan mendesak agar langkah-langkah stimulus disahkan. Meskipun ekonomi AS pulih dengan kuat setelah mengalami pukulan besar akibat Covid-19, dia memperingatkan bahwa perlu waktu satu tahun lagi bagi ekonomi untuk kembali ke tingkat sebelum krisis dan membutuhkan waktu lebih lama bagi pasar tenaga kerja untuk memulihkan kerugian.

Dari Eropa, Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde mengatakan bahwa bank sentral akan mempertahankan kebijakan yang akomodatif untuk menanggapi pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung.

Untuk hari ini akan ada beberapa rilis data ekonomi di Inggris, seperti data inflasi, data indeks harga produsen, dan data indeks harga eceran. Selain Inggris, Korea Selatan juga alan merilis data indeks harga produsennya.

Dari Eropa pasar masih menanti terkait pidato presiden bank sentral eropa (ECB), Christine Lagarde. Selain ECB, bank sentral Jepang (BoJ) juga akan menggelar pidatonya pada hari ini.

Selanjutnya seputar kabar dari perkembangan terbaru vaksin Covid-19, di mana vaksin dari Moderna bakal tersedia untuk penggunaan darurat pada Desember jika uji awal berujung pada hasil positif November ini.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini