Jika Stimulus Covid-19 Cair, Dolar AS Kena Pukulan Ganda

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 22 Oktober 2020 09:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 320 2297603 jika-stimulus-covid-19-cair-dolar-as-kena-pukulan-ganda-uKyeFkLK9c.jpg Rupiah Menguat terhadap Dolar AS. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan berada pada level Rp14.600-Rp14.750 per USD. Ada beberapa sentimen yang mempengaruhi menguatnya Rupiah pada hari ini.

Berdasarkan riset Treasury MNC Bank, Kamis (22/10/2020), berdasarkan data Bloomberg, Rupiah kemarin ditutup di level Rp14.654 per USD, menguat 34 poin atau 0,23%. Kurs Jisdor mencapai Rp14.658, menguat 71 poin atau 0,48%. Sementara dolar index turun 0,39% ke posisi 92,701. Mayoritas mata uang utama menguat terhadap USD.

Baca Juga: Rupiah Menguat ke Level Rp14.632/USD

Pelemahan USD masih berasal dari sentimen stimulus perekonomian AS yang mendekati final. Stimulus ini menjadi bahan tarik ulur antara Partai Demokrat dan Gedung Putih.

Namun masih ada kekhawatiran pasar bahwa kesepakatan tidak akan tercapai sebelum pemilihan presiden 3 November meski Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows mengatakan bahwa Ketua DPR Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin membuat "kemajuan bagus". 

Baca Juga: Rupiah Menguat ke Rp14.696/USD

Tantangan muncul dari faksi Partai Republik di Senat setelah NBC News memberitakan bahwa pimpinan Senat Mitch McConnell dalam kaukus pada Selasa mendorong rekannya di Partai Republik menolak pengesahan stimulus karena bisa memicu perpecahan antar Republikan jelang pemilihan.

Negosiasi stimulus menghadapi jalan buntu berbulan-bulan setelah berakhirnya masa berlaku Undang-Undang stimulus pertama pada Juli. Sejak itu, pertumbuhan lapangan kerja melambat tetap belanja konsumen membaik. Namun, beberapa indikator menunjukkan dampak stimulus pertama mulai pudar, dan perlu ada paket stimulus selanjutnya.

Faksi Partai Demokrat di DPR telah meloloskan dua draf UU tetapi dipatahkan di Senat yang dikuasai Partai Republik. Terakhir, Partai Demokrat menginginkan stimulus senilai USD2,2 triliun, sedangkan Gedung Putih mengusulkan USD1,8 triliun.

Seandainya cair, stimulus fiskal ini akan memberikan pukulan ganda bagi USD. Pertama, jumlah uang yang beredar akan meningkat, secara teori nilai tukar akan melemah.

Kedua, stimulus tersebut membuat sentimen pasar membaik, perekonomian AS diharapkan bisa segera bangkit. Saat sentimen pelaku pasar membaik, USD sebagai safe haven menjadi tidak menarik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini