JAKARTA – Cash is king menjadi topik hangat ketika sebuah negara mengalami resesi. Pasalnya, mayoritas orang takut menyimpan uang di bank ketika gejolak ekonomi terjadi.
Menurut Perencana Keuangan dari OneShildt Rahma Mieta Mulia, ada beberapa alasan mengapa orang memilih menarik saldo di rekening dan mencairkan investasinya. Pertama, portofolio investasi nilainya mengalami penurunan, jadi daripada uang yang diinvestasikan makin berkurang lebih baik dicairkan segera.
Baca Juga: Indonesia Masuk Jurang Resesi, Cari Sumber Uang Baru
“Kedua, insecure terhadap kondisi ekonomi, pengangguran makin banyak. Saat seperti itu, uang yang dimiliki sudah pasti hanya untuk bertahan hidup,” kata Rahma kepada Okezone, Jumat (6/11/2020).
Meski begitu, dia menilai kondisi sekarang masih jauh lebih baik ketimbang krisis ekonomi sebelumnya. Sebab, dilihat dari angka pertumbuhan di kuartal sebelumnya, kondisi Indonesia sebenarnya membaik biarpun masih negatif angkanya.
Baca Juga: Perlukah Mengosongkan Saldo di Rekening saat Indonesia Resesi?
“Tapi, kondisi sekarang masih jauh untuk kita melakukan itu, terutama yang pekerjaannya tidak terdampak pandemi. Lihat saja kondisi IHSG, justru malah menunjukkan kenaikan. Itu berarti, pasar masih optimis dengan kondisi Indonesia ke depannya,” ujarnya.
Seperti diketahui, Indonesia resmi terperosok ke jurang resesi pada kuartal III-2020. Hal ini setelah dua kuartal berturut-turut perekonomian Tanah Air mengalami minus. Berdasarkan data BPS pada kuartal II terkontraksi 5,32%, kini kuartal III menurun menjadi minus 3,49%.
(Feby Novalius)