WASHINGTON - Sepanjang pandemi Covid-19, perusahaan perjalanan besar di dunia menggantungkan harapan pada penemuan vaksin. Mereka percaya vaksin satu-satunya yang dapat menyelamatkan industri perjalanan yang telah menderita akibat dampak krisis hampir setahun penuh.
Menyusul berita positif tentang data vaksin Pfizer yang menunjukkan kemanjuran lebih dari 90 persen di antara para relawan, CEO dari perusahaan perjalanan, pelayaran, hingga operator perhotelan menyambut gembira kabar tersebut. Mereka optimis binis akan segera pulih seiring saham yang tercatat naik.
Baca juga: Wall Street Ditutup Menguat Berkat Saham Amazon hingga Facebook
“TripAdvisor sejak awal percaya perjalanan akan pulih segera setelah vaksin tersedia secara luas. Berita Pfizer hari ini adalah langkah yang kami sambut baik ke arah yang benar,” ujar CEO TripAdvisor, Steve Kaufer dikutip dari CNBC Selasa (10/11/2020).
Saham TripAdvisor melonjak 21,67% pada perdagangan Senin. Para pimpinan perusahaan berharap vaksin yang efektif akan meningkatkan kembali minat pelancong. Meskipun pertanyaan tetap ada seputar pasokan dan distribusi vaksin ke seluruh dunia.
Baca juga: Wall Street Ditutup Lesu Usai Pertemuan The Fed
“Ini adalah perkembangan yang sangat positif bagi dunia, dan tentu saja perusahaan dan merek kami, serta industri pelayaran. Meskipun masih terlalu dini untuk menentukan dampaknya pada aturan bersyarat di AS ” kata juru bicara Carnival Corp.
Sahamnya Carnival melonjak hampir 40 persen pada Senin. CEO Marriott International, Arne Sorenson mengatakan pihaknya optimis pemesanan meningkat ketika vaksin tersebut mulai disebar. Richard Fain, CEO Royal Caribbean, kerap menyebut vaksin sebagai senjata pamungkas penanggulangan Covid-19. Saham Royal Caribbean meroket hampir 29 persen.
Meski begitu para analis masih bertanya-tanya, apakah pemerintahan Presiden AS terpilih Joe Biden akan menerapkan protokol kesehatan baru untuk industri perjalanan. Mengingat langkah perdana dirinya sebagai presiden baru AS adalah menangani pandemi Covid-19 yang begitu parah.
(Fakhri Rezy)