JAKARTA - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo menyoroti dampak pandemi covid-19 dalam Pertemuan World Conference on Creative Economy 2020. Dalam kesempatan tersebut, Angela membahas mengenai pengembangan ekonomi kreatif dan pemulihan krisis disebabkan oleh pandemi covid-19.
"Hari ini kita menghadapi tantangan global mengubah cara kita hidup. Wabah telah mengakibatkan keterbatasan global, mobilitas nasional, yang telah sangat mempengaruhi industri kreatif," katanya dalam pembukaan World Conference on Creative Economy, Rabu (11/11/2020).
Baca Juga: Angela Tanoesoedibjo: Dana Hibah Pariwisata Rp3,3 Triliun Kembalikan Kepercayaan Wisatawan
Menurutnya, covid-19 menganggu satu area rantai pasokan global, menyebabkan pembatasan perjalanan dan pertemuan sosial serta mengganggu inti dari banyak operasi industri kreatif.
Apalagi pelaku industri kreatif juga sebagian besar usaha kecil menengah, wiraswasta, dan freelancer memiliki kapasitas keuangan yang lebih terbatas ketika menghadapi krisis ini. Namun di sisi lain, dia memandang sektor lain di industri kreatif yang berhubungan dengan layanan digital telah berkembang dan mengalami pertumbuhan besar selama pandemi covid.
"Pandemi telah mempercepat pertumbuhan industri digital, kita perlu mengatasi tantangan dan peluang digitalisasi dan bagaimana pengaruhnya terhadap ekonomi kreatif secara keseluruhan," ucapnya.
Menurutnya, aset industri kreatif adalah kreativitas orang. Dan di masa-masa pandemi ini kreativitas dan inovasi sangat penting.