Gagal Bayar Investasi Buat Nasabah Indosterling Gigit Jari, Simak 7 Fakta Menariknya

Fadel Prayoga, Jurnalis
Senin 23 November 2020 07:08 WIB
Gagal Bayar Produk Investasi Indosterling. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Masalah gagal bayar investasi ke nasabah kembali terjadi di Indonesia. Kali ini kasus menimpa nasabah PT Indosterling Optima Investa (IOI).

Puluhan nasabah PT IOI harus gigit jari. Investasi yang seharusnya cair pada April 2020 tak kunjung tiba.

Terkait hal itu, Okezone sudah merangkum beberapa fakta, Senin (23/11/2020).

1. Jenis Produk Investasi

Perkara ini merupakan gagal bayar untuk produk Indosterling High Yield Promissory Notes (HYPN). Produk investasi ini menjanjikan imbal hasil 9-12% setiap tahunnya.

2. PT Indosterling Tak Terdaftar di OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) angkat bicara mengenai adanya masalah gagal bayar investasi yang menimpa nasabah PT Indosterling Optima Investa (IOI).

Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot mengatakan perusahaan tersebut tidak terdaftar/berizin di OJK, penanganannya oleh Satgas Waspada Investasi.

"Tidak terdaftar/berizin di OJK, penanganannya oleh Satgas Waspada Investasi," kata Sekar saat dihubungi di Jakarta.

3. Nasabah Indosterling Minta Uang Dikembalikan 100%

Pengacara sejumlah nasabah IOI berinisial A menyebut para nasabah itu berharap uangnya bisa balik 100%. Akan tetapi apabila tidak kembali 100% minimal Indostreling memberikan uang di depan.

"Jadi para nasabah ini ingin apabila uangnya tidak balik 100% minimal harus ada pengembalian uang di depan," ujar dia kepada Okezone di Jakarta.

4. Alasan Minta Dana Dikembalikan

Salah satu Nasabah IOI bernama Ana menyebut bahwa investasi ini sebenarnya dilakukan orang tuanya. Investasi itu seluruh uang pensiun dari Ibu yang sekarang berumur 78 tahun yang dikumpulkan dari muda.

Namun, lanjut dia, uang investasi tersebut sampai hari ini tidak bisa di tarik. Harusnya jatuh tempo pada April 2020.

"Sekarang uang ini sangat diperlukan karena mama saya sakit. Untuk berobat sudah tak ada duit. Jadi beli obat di pasaran saja," ungkap dia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya