“Sementara itu, capaian inklusi keuangan sudah relatif lebih baik, yaitu lebih dari 75% masyarakat Indonesia sudah terhubung dengan sektor keuangan. Ini sebuah capaian yang bagus, tetapi bicara dampaknya masih banyak tantangannya,” paparnya.
Dia menambahkan meskipun terus meningkat, indeks inklusi keuangan Indonesia masih di bawah Thailand yang mencapai 76%, Thailand 82% dan Malaysia 85%. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus menunjukkan potensi peran sektor jasa keuangan terhadap perekonomian masih sangat besar.
“Perlu upaya akselerasi dan optimalisasi dari inklusi keuangan. Tidak hanya melihat dari target dan progres dengan ada peningkatannya. Namun, jika melihat dampak ke hilir, yaitu bagaimana pengaruhnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,” papar Eko.
CM
(Yaomi Suhayatmi)