JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih akan terus menguat hingga pekan ini. Hal ini dikarenakan kehadiran vaksin Covid-19 asal Sinovac telah tiba di Indonesia
"Kabar baik terkait impor vaksin anti covid-19 dari Tiongkok lebih menjadi perhatian dan mendongkrak kepercayaan pelaku usaha dan investor," kata Ekonom BNI Ryan Kiryanto saat dihubungi MNC Portal di Jakarta, Rabu (9/12/2020).
Baca juga: IHSG Ancang-Ancang Menuju 6.000, Intip Rekomendasi Sahamnya
Meskipun Indonesia di hadang badai mengenai berita penembakan relatif tidak mempengaruhi persepsi positif investor sehingga tidak mengganggu perekonomian nasional.
"Ini terlihat dari pergerakan Kurs Rupiah dan IHSG di BEI yang relatif stabil cenderung menguat," tandasnya.
Baca juga: 6 Laskar FPI Tewas Ditembak, Begini Efek Dominonya ke Market
Sebagai informasi, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis-tipis namun belum menembus level 6.000. IHSG ditutup naik 13,65 poin atau 0,23% ke 5.944,41 atau 5.944.
Pada akhir perdagangan, Selasa (8/12/2020), terdapat 6 sektor penopang IHSG yang menguat. Pemimpin kenaikan berada pada sektor konsumer yang naik 1,64%.
Sementara itu, 4 sektor mengalami penurunan. Sektor aneka industri turun paling dalam hingga 1,48%.
Indeks LQ45 turun 3,04 poin atau 0,32% ke 933,28, indeks JII turun 0,66 poin atau 0,11% ke 631,12, indeks IDX30 turun 1,2 poin atau 0,24% ke 505,51 dan indeks MNC36 naik 0,24 poin atau 0,08% ke 325,78.
Sementara itu, saham-saham teraktif yang masuk gainers, yaitu saham PT Campina Es Krim Tbk(CAMP) naik Rp64 atau 24,62% ke Rp324, saham PT Bank Negara Indonesia (BNII) naik Rp40 atau 16,26% ke Rp286, dan saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) naik Rp48 atau 12,63% ke Rp428.
(Fakhri Rezy)