Indriati menuturkan, perusahaan lebih berfokus pada segmen KPR bersubsidi di mana targetnya kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Kendati demikian, pandemi Covid-19 ini membuat perbankan lebih ketat dalam menyeleksi pembelian rumah.
"Kendalanya dari kebijakan perbankan yang lebih melakukan sedikit semacam pengetatan untuk pembelian KPR terhadap konsumen, karena adanya restrukturisasi akibat adanya pandemi ini. Tapi secara demand tetap menarik," ungkapnya.
Adapun perusahaan properti rumah bersubsidi ini lebih berfokus ke daerah Jawa Barat mengingat secara nasional permintaannya yang paling tinggi.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)