Jatuh Bangun Donald Trump Sebelum Jadi Orang Terkaya di Dunia

Reza Andrafirdaus, Jurnalis
Jum'at 18 Desember 2020 12:45 WIB
Donald Trump (Foto: Reuters)
Share :

JAKARTA – Mencari peluang dengan terjun ke dunia bisnis dipilih banyak orang untuk mendapatkan keuntungan guna memenuhi kebutuhannya. Namun, jalan yang dilalui tidak begitu mulus, tentunya akan ada rintangan untuk mencapai keuntungan tersebut.

Semua orang tentunya mengetahui bahwa sebuah bisnis merupakan salah satu hal yang tidak pasti. Proses jatuh bangun akan dialami orang yang menjalankannya pada saat awal menjalankannya sebelum menemukan selah dan faktor penentu untuk mengembangkan bisnisnya.

Baca Juga: Miliarder Indonesia yang Semakin Kaya di Tengah Covi-19, Perlu Ada Wealth Tax?

Dikutip dari buku Taklukkan Lawan Bisnismu! Oleh D. Danny H. Simanjuntak, Erick Namara, Cahyo Satria Wijaya, Jakarta, Jumat (18/12/2020), seperti yang dilakukan Donald Trump, seorang taipan bisnis dari Amerika Serikat (AS) dan salah satu orang terkaya di dunia. Perjalanan penuh lika-liku dia rasakan sebelum merasakan kesuksesan tersebut.

Pada tahun 1990, ekonomi dunia sedang mengalami keterpurukan. Donald Trump yang mengagungkan bisnis propertinya pun terguncang hebat. Dalam waktu yang singkat, bisnis yang sukses itu langsung mencapai titik balik.

Saat itu, bisnis properti yang dijalaninya harus menanggung utang hingga $900 juta hingga bank dunia memprediksi kebangkrutan perusahaannya.

Dengan karakter “Jenderal” yang dimilikinya, Trump mampu menemukan jalan keluar untuk melepaskan diri dari berbagai kesulitan. Setelah istri menceraikannya dengan membawa sisa hartanya, teman menjauhinya, enam bulan kemudian Trump membuat kesepakatan besar dalam hidupnya.

Alhasil, tiga tahun berikutnya Trump berhasil bangkit. Dari situ, dia mendapatkan keuntungan hingga USD3 miliar.

Dari kisah Trump tersebut, dapat diketahui bahwa salah satu faktor utama menghadapi jatuh bangunnya bisnis adalah kepemimpinan atau “Jenderal”nya. Dia harus bisa menganalisis berbagai hal dari informasi yang dibutuhkan perusahaannya dan memperhitungkan langkah apa yang harus diambil untuk keperluan ke depan.

Dalam proses analisis tersebut akan ada faktor yang menguntungkan. Dari situ, pebisnis harus mengambil kesempatan itu secepatnya dengan perencanaan yang matang, tetapi ada juga faktor menguntungkan yang dapat membuat perusahaan kesulitan. Maka dari itu, dia harus mempelajari semuanya untuk mendapatkan jalan keluar yang tepat.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya