JAKARTA - Dalam menjalani kehidupan pasti ada yang berhasil dan yang gagal. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan kegagalan adalah hal yang biasa.
Tapi yang membedakan kualitas seseorang, apakah dia pemenang atau pecundang, adalah sikap dalam menghadapi kegagalan tersebut.
"Ketahuilah bahwa mengalami kegagalan itu hal biasa. Tapi yang membedakan kualitas seseorang, apakah dia pemenang atau pecundang, adalah sikap dalam menghadapi kegagalan tersebut. Seorang pemenang akan memiliki daya tahan dan determinasi tinggi untuk tidak menyerah dan membiarkan cita-citanya layu," tulis Sri Mulyani dalam akun instagramnya di Jakarta, Senin (21/12/2020).
Baca Juga: Sri Mulyani Nangis Gagal Kibarkan Bendera Merah Putih di Istana Negara
Karenanya janganlah mudah menyerah sebab gagal pertama tidak berarti gagal selamanya.
"Teruslah berusaha meraih cita-cita sekalipun kita sudah pernah gagal sebelumnya," imbuhnya.
Menurut Sri Mulyani menjadi pemimpin, terlebih lagi perempuan, tidaklah mudah. Di dalam perjalanan hidup kalian akan banyak diuji.
"Bisa jadi apa yang kalian rencanakan atau cita-citakan tidak sesuai dan kalian akan dihadapkan pada seribu alasan untuk menyerah," bebernya
Di dalam membangun leadership, yang pertama harus dimiliki adalah kemampuan memimpin diri sendiri, sebelum memimpin orang lain.
"Pemimpin juga harus punya kualitas kompetensi, kepekaan emosi, dan jiwa empati. Jangan pernah berhenti belajar termasuk beradaptasi dengan teknologi," tandasnya.
(Dani Jumadil Akhir)