7 Fakta Persiapan Muhammadiyah Tarik Dana Bank Syariah Indonesia

Fadel Prayoga, Jurnalis
Minggu 27 Desember 2020 06:51 WIB
Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock
Share :

JAKARTA - Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah berencana menarik seluruh dana yang tersimpan di Bank Syariah Indonesia. Nantinya, dana tersebut dialihkan ke bank syariah lainnya.

Terkait hal itu, Okezone telah merangkum beberapa fakta menarik, Jakarta, Minggu (27/12/2020).

1. Muhammadiyah Terbitkan Juknis

PP Muhammadiyah menyatakan siap menerbitkan petunjuk teknis (juknis) terkait dengan dana amal usaha dan persyarikatan yang disimpan di Bank Syariah Indonesia.

Sekretaris PP Muhammadiyah Agung Danarto menyampaikan, juknis tersebut akan diterapkan oleh seluruh pimpinan amal usaha Muhammadiyah di Indonesia.

"Dalam waktu dekat, Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan menerbitkan petunjuk teknis yang terkait dengan dana amal usaha dan Persyarikatan yang disimpan di tiga bank syariah pemerintah dan penempatan dana setelah BSI mulai beroperasi," kata Agung saat konferensi pers, Selasa (22/12/2020).

Baca Juga: Terungkap, Ini Alasan Muhammadiyah Ingin Punya Bank Syariah Sendiri

2. PP Muhammadiyah Minta Semua Cabang Taati untuk Tarik Dana dari Bank Syariah

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan bahwa kebijakan tersebut wajib ditaati seluruh cabang yang ada di daerah.

"Kepada pimpinan amal usaha Muhammadiyah dan pimpinan persyarikatan di semua tingkat hendaknya mengikuti kebijakan Pimpinan Pusat Muhammadiyah," ujar dia, Rabu (23/12/2020).

3. Warga Persyarikatan Ingin Punya Bank Syariah Muhammadiyah

Muhammadiyah melalui tim inisiator Bank Syariah Muhammadiyah mengeluarkan hasil survei mengejutkan. Dilaporkan bahwa 90% warga persyarikatan ingin agar Muhammadiyah memiliki bank syariah sendiri, yaitu Bank Syariah Muhammadiyah.

Keinginan tersebut muncul seiring dengan laporan adanya keinginan Muhammadiyah untuk menarik dana amal usaha dan persyarikatan yang selama ini ditempatkan di Bank Syariah Indonesia (BSI).

“90% mereka dengan tegas meminta kepada PP Muhammadiyah dalam Muktamar yang ke-48 (yang akan digelar) di Solo untuk merekomendasikan Bank Syariah Muhammadiyah,” ujar Arifuddin, anggota tim 20 inisiator Bank Syariah Muhammadiyah, dikutip dari situs resmi Muhammadiyah Jumat (25/12/2020).

 

4. Ini Alasan Muhammadiyah Ingin Punya Bank Syariah Sendiri

Arifudin membeberkan hasil penelitian yang dilakukan oleh tim 20 inisiator sepanjang 2020, terdapat 3.620 responden kelahiran antara tahun 1940 sampai tahun 2000 yang berasal dari Aceh hingga Papua dan Jepang terlibat dalam penelitian tersebut.

78,4% responden adalah warga Muhammadiyah yang aktif dalam organisasi otonom (ortom), organisasi di luar ortom, maupun lembaga dan majelis di lingkungan persyarikatan. Sedangkan sisanya adalah simpatisan dan masyarakat umum.

Mengenai bentuk lembaga keuangan bagi Muhammadiyah, hasil survei terpisah menunjukkan bahwa 90% ingin Bank Syariah Muhammadiyah, 21,2% ingin BPR Syariah, 17,3% ingin BMT, dan 10,6% ingin BTM.

“Tiadanya Bank Syariah Muhammadiyah selama ini menjadikan Muhammadiyah tak bisa menikmati pemanfaatan yang lebih banyak dari dana dana yang diparkir di lembaga keuangan lain,” kata dia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya