Penggantian indeks sektoral ini, karena JASICA dinilai memiliki sejumlah keterbatasan. Mulai dari belum dapat mengelompokkan sektor-sektor perekonomian dan jenis perusahaan tercatat baru yang saat ini mulai berkembang.
Baca juga: Investor Asing Catatkan Beli Bersih Rp10,5 Triliun
Kemudian, terdapat sektor yang terlalu luas dan tidak homogen serta terdapat sub-sektor yang tidak terdefinisi secara spesifik. Hingga prinsip klasifikasi yang berdasarkan aktivitas ekonomi, dinilai tidak common practice di Bursa Efek lain di dunia.
(Fakhri Rezy)