JAKARTA - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi melaporkan bahwa realisasi anggaran Kementerian Perdagangan pada 2020 mencapai 93,31 persen. Angka tersebut setara dengan Rp3,24 triliun dari pagu anggaran sebesar Rp3,74 triliun.
"Realisasi 2020 lebih baik dibandingkan dengan realisasi anggaran kemendag selama 4 tahun terakhir." kata Lutfi saat menghadiri rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (3/2/2021).
Baca juga: Come Back Jadi Mendag, M Lutfi Kini Aktif di Media Sosial
Ia menjelaskan, penyerapan anggaran dalam empat tahun terakhir rata-rata hanya mencapai 89,09 persen. Hal ini tentunya akan dipertahankan kemendag di tahun ini.
"Tentunya harapan kami bahwa kedepan capain ini terus dipertahankan dan ditingkatkan, dengan mengoptimalkan anggaran yang tersedia" terangnya
Baca juga: Cerita Mendag M Lutfi Ditelepon Jokowi Sebelum Terbang ke AS
Selain itu, Lutfi juga menyampaikan, capaian strategis Kemendag sepanjang 2020. Pertama, surplus neraca perdagangan yang ditargetkan USD 1,5 miliar dapat terealisasi sebesar USD 21,7 miliar dengan capaian 1.446,67 persen.
"Meskipun secara pribadi saya melihat ada dampak yang diberikan dibalik capaian angka tersebut"ujarnya
Kedua, pertumbuhan ekspor non migas yang ditargetkan akan tumbuh 13,5 persen dapat terealisasi minus 0,6 persen. Ketiga jumlah kerja sama perdagangan yang dibidik 14 kesepakatan, mampu terealisasi 15 perjanjian perdagangan.Keempat, stabilisasi harga dan ketersediaan pasokan bahan pangan melalui inflasi pangan yang bergejolak dengan target 3,2 plus minus 1 dan dapat terealisasi sebesar 3,62 persen dengan capaian 100 persen.
"Terakhir, yakni capaian strategis untuk mengoptimalkan peranan perdagangan berjangka, Sistem Resi Gudang (SRG), dan Pasar Lelang Komoditas yang pertumbuhan nilai transaksi perdagangan berjangka komoditi yang ditargetkan 5 persen, dapat terealisasi sebesar 7,74 persen" tandasnya.
(Fakhri Rezy)