Sementara itu, Sri Mulyani mengatakan, rasio utang publik Indonesia sepanjang 2020 mencapai 38,5% dari PDB. Rasio itu jauh di bawah Filipina dengan rasio utang publiknya mencapai 48,9% terhadap PDB dan Vietnam 46,6% terhadap PDB.
"Rasio utang publik Indonesia masih salah satu yang paling rendah. Pertambahan utang di 2020 juga salah satu yang paling kecil di antara banyak negara lain," kata Sri Mulyani.
Menurutnya, pandemi Covid-19 memang membuat defisit kas negara-negara jadi lebih melebar. Namun, Indonesia dinilai bisa menjaga fiskalnya yang lebih rendah .
"Seluruh negara gunakan instrumen fiskalnya untuk melindungi rakyat dan ekonominya. Fiskal dibuat defisit besar karena mereka harus dibelanjakan untuk melindungi masyarakat yang terdampak Covid-19 dan ekonomi yang merosot," katanya.
(Feby Novalius)