Anak Usaha Adhi Karya, Pertamina hingga Telkom Dimatangkan untuk IPO

Suparjo Ramalan, Jurnalis
Jum'at 05 Februari 2021 12:52 WIB
12 BUMN Segera IPO. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Delapan hingga 12 perusahaan negara direncanakan segera melakukan penawaran umum perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah Initial Public Offering (IPO) menjadi alternatif pendanaan perseroan.

Skema pendanaan diyakini mampu mendorong kinerja BUMN dan anak usaha ke depannya bisa melebarkan sayap di kancah global.

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut, proses listing termasuk dalam transformasi perusahaan BUMN agar lebih transparan dan memiliki tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Hal itu tertuang dalam roadmap BUMN periode 2021-2023.

Baca Juga: 12 BUMN Bakal IPO Dinanti Para Investor

"Jadi yang delapan sampai 12 (perusahaan) ini kita persiapkan untuk 2021-2023. Insya Allah dengan kerja keras kami dan dukungan BEI, OJK, dan seluruh penganut kebijakan, kita bisa menjalankan dengan target yang kita canangkan," katanya dikutip Jumat (5/2/2021).

Melalui arsip pemberitaan MNC Portal, tercatat sejumlah perseroan negara akan melantai ke pasar saham dengan jumlah aset yang dimiliki hingga 2020. Adapun badan usaha yang dimaksud diantaranya, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), anak usaha dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Manajemen Telkom akan melepas Mitratel menjadi perusahaan terbuka. Saat ini, upaya IPO dibarengi dengan persiapan secara komprehensif. Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko membenarkan hal itu.

Baca Juga: Daftar Anak Usaha BUMN yang Bakal IPO

Dalam gelaran Mandiri Investment Forum 2021 pada Rabu (3/2/2021) lalu Tiko menuturkan, Telkom akan melakukan spin off atau pemisahan beberapa anak usahanya. Usai spin off anak perseroan akan mencatatkan saham perdana di BEI.

Telkom sendiri mencatat jumlah aset sebesar Rp 246,35 triliun hingga kuartal I-2020. Jumlah itu dibukukan dalam laporan keuangan perseroan tahun lalu. Jika dirinci, Telkom memiliki aset tidak lancar sebesar Rp 191,39 triliun dan aset lancar sebesar Rp 54,95 triliun.

Hal serupa juga dilakukan manajemen PT Pertamina (Persero). Tahun ini manajemen berencana menawarkan saham perdana anak usahanya ke publik. Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok membenarkan rencana tersebut.

Dia menuturkan, IPO sub holding sudah menjadi alternatif agar perseroan memperoleh pendanaan di pasar modal. Rencana itu sudah melalui kajian yang matang. "Semua pasti sudah melalui kajian yang matang," ujarnya saat dihubungi MNC Portal.

Adapun total aset Pertamina per Juni 2020 mencapai 70,22 miliar dolar AS atau setara Rp984,93 triliun (kurs Rp 14.000), dengan total liabilitas 40,56 miliar dolar dan jumlah ekuitas senilai 29,66 miliar dolar. Semua aset perseroan dalam bentuk barang, uang dan jasa yang dimiliki atau dikelola oleh Perseroan dan anak-anak Pertamina.

BUMN lain adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk atau ADHI. Direksi Emiten infrastruktur plat merah, Adhi Karya, berencana mendorong PT Adhi Commuter Properti (ACP) dan PT Adhi Persada Gedung (AGP) untuk go public. Rencana itu bahkan sudah disiasati sejak 2019 lalu.

Meski begitu, pada Desember 2020 lalu, manajemen mengumumkan adanya penundaan anak usahanya untuk melantai di bursa saham. Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi menuturkan, situasi pandemi Covid-19 tidak memungkinkan bagi pasar modal, maka perusahaan memutuskan untuk melakukan penundaan. Nantinya kondisi mulai membaik, maka perseroan akan upaya tersebut.

Dari laporan keuangan yang dipublikasikan Kamis (30/7/2020), ADHI membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp11,27 miliar pada Juni 2020. Realisasi itu turun 94,76 persen dari Rp215 miliar periode yang sama 2019. ADHI memiliki total aset Rp37,69 triliun per 30 Juni 2020. Nilai itu naik dari Rp36,51 triliun pada Desember 2019.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya