Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Benarkah IPO Buat Perusahaan Hilang Kendali? Ini Penjelasan BEI

Anggie Ariesta , Jurnalis-Sabtu, 21 Februari 2026 |09:20 WIB
Benarkah IPO Buat Perusahaan Hilang Kendali? Ini Penjelasan BEI
Benarkah IPO Buat Perusahaan Hilang Kendali? Ini Penjelasan BEI (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kekhawatiran akan hilangnya kendali atas perusahaan masih menjadi tembok besar yang menghalangi banyak pemilik usaha untuk melantai di bursa. Namun, data terbaru menunjukkan bahwa pandangan tersebut lebih banyak didasari oleh miskonsepsi dibandingkan realitas di lapangan.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan bahwa status sebagai perusahaan terbuka (go public) tidak secara otomatis menghilangkan peran pendiri dalam menentukan arah bisnis. Berdasarkan tren historis selama 25 tahun terakhir, porsi saham yang dilepas ke publik rata-rata hanya berkisar ±25 persen, sehingga mayoritas kepemilikan saham (±75 persen) tetap berada di tangan pemegang saham lama atau pendiri.

Penjelasan BEI

Kepala Divisi Pengembangan Perusahaan Tercatat BEI Listyorini Dian Pratiwi menekankan bahwa kendali perusahaan sangat bergantung pada desain struktur modal yang dirancang sebelum penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO).

“IPO bukan sekadar aksi korporasi untuk menghimpun dana, tetapi proses transformasi bisnis menjadi institusi yang lebih transparan, profesional, dan berkelanjutan. Melalui IDX Incubator, kami ingin membantu perusahaan mempersiapkan fondasi tersebut secara bertahap dan terstruktur," jelas Listyorini dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (21/2/2026).

Meskipun perusahaan terbuka wajib mematuhi regulasi ketat seperti keberadaan komisaris independen dan komite audit, Listyorini menyatakan bahwa mekanisme ini justru memperkuat akuntabilitas, bukan mereduksi kontrol manajemen.

“Banyak pelaku usaha yang khawatir kehilangan kendali setelah IPO. Padahal, dengan perencanaan struktur kepemilikan yang tepat dan tata kelola yang baik, perusahaan tetap dapat menjaga arah strategisnya. Justru dengan menjadi perusahaan terbuka, kredibilitas dan daya saing perusahaan akan semakin kuat,” ungkapnya.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement