Bursa Saham Asia Cetak Rekor Tertinggi

Antara, Jurnalis
Senin 15 Februari 2021 08:36 WIB
Pasar Saham Asia (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Saham-saham Asia naik ke rekor tertinggi pada awal perdagangan Senin pagi dan harga minyak naik ke tertinggi lebih dari satu tahun, karena keberhasilan peluncuran vaksin virus corona secara global meningkatkan harapan pemulihan ekonomi yang cepat di tengah bantuan fiskal baru dari Washington.

Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang menguat 0,4% menjadi 736,4 poin. Nikkei Jepang naik 1,3%, meskipun data menunjukkan pemulihan negara itu dari resesi terburuk pascaperang melambat pada kuartal keempat.

Baca Juga: Harga Minyak Meroket, Bursa Saham Asia Mixed 

Indeks acuan saham Australia juga menguat 1,0%. Indeks berjangka E-mini untuk S&P 500 naik 0,2% di awal perdagangan Asia. Pasar saham AS akan ditutup pada Senin untuk liburan Hari Presiden.

Sorotan minggu ini mungkin adalah risalah pertemuan Federal Reserve AS pada Januari, di mana pembuat kebijakan memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga.

Data inflasi akan dirilis dari Inggris, Kanada, dan Jepang, sementara pada Jumat (19/2/2021) negara-negara ekonomi utama termasuk Amerika Serikat akan merilis indeks manajer pembelian (PMI) awal untuk Februari.

Sementara para ekonom memperkirakan inflasi akan tetap jinak untuk beberapa saat, apa yang disebut "perdagangan reflasi" telah mengumpulkan tenaga dalam beberapa hari terakhir yang sebagian besar didorong oleh vaksin virus corona dan harapan pengeluaran fiskal besar-besaran di bawah Presiden AS Joe Biden.

Biden mendorong pencapaian legislatif besar pertama dalam masa jabatannya, beralih ke kelompok bipartisan pejabat lokal untuk meminta bantuan pada rencana bantuan virus corona senilai 1,9 triliun dolar AS.

“Dalam pandangan kami, selama kenaikan (inflasi) bertahap, pasar ekuitas dapat terus berjalan dengan baik. Namun, langkah-langkah yang tidak tepat tentu akan merugikan sentimen investor,” kata Esty Dwek, Kepala Strategi Pasar Global di Natixis Investment Managers Solutions.

Baca Juga: Cek 6 Rekomendasi Saham Hari Ini, Ada BMTR hingga PTBA

“Spread (selisih) kredit telah mengetat secara tajam, tetapi masih memiliki ruang untuk menyerap beberapa imbal hasil yang lebih tinggi, membuat kami lebih nyaman dengan risiko kredit daripada risiko suku bunga,” tambah Dwek.

“Komoditas-komoditas akan memperoleh manfaat dari siklus inflasi, tetapi komoditas-komoditas masih dapat terus pulih tanpa inflasi inti yang tinggi karena ekonomi dibuka kembali dan permintaan meningkat.”

Harga minyak naik ke level tertinggi sejak Januari 2020 di tengah harapan stimulus AS akan meningkatkan ekonomi dan permintaan bahan bakar.

Minyak mentah Brent naik 61 sen menjadi 63,04 dolar AS per barel. Minyak mentah AS naik 83 sen menjadi 60,03 dolar AS per barel.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya