JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada pembukaan perdagangan pagi hari ini. IHSG tertekan 0,09% berada di level 6.303.
Menurut Praktisi Pasar Modal Kefas Evander, hasil rapat Federal Reserve System (The Fed) terkait kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat pasti akan berpengaruh untuk pergerakan bursa dalam negeri.
Baca Juga: IHSG Berpotensi Rebound pada Perdagangan Hari Ini
“Kalau melihat global si dari dulu kalau The Fed mengumumkan sesuatu itu pasti ada efeknya ya. Terutama efek jangka pendek mungkin market akan panik, market akan euforia, nah itu bisa saja terjadi,” jelasnya hari ini (17/3/2021) dalam Market Opening IDX Channel.
Menurut dia, mengingat pergerakan IHSG selama dua minggu terakhir yang cenderung bergerak sideways, market mungkin memang lebih banyak membutuhkan sentimen positif.
Baca Juga: IHSG Melemah Tipis ke 6.303 pada Bel Perdagangan
“Kita lihat pergerakan IHSG kita kan selama dua minggu terakhir ini kan cenderung bergerak sideways, memang mungkin lebih banyak butuh sentimen. Nah kita kan juga ga tau ya hasil meeting dini hari nanti seperti apa. Kalau memang kebijakannya dibilang bagus mungkin bisa euforia, tapi kalau engga mungkin akan sentimen negatif,” ujar Kefas.
Lanjutnya, untuk saat ini IHSG berada pada fase sideways. Hal ini terlihat terutama sejak bulan Februari di mana indeks sangat sulit untuk menembus level 6.400.
“Nah jadi kalau level 6.400 ini belum bisa terlewati, maka IHSG kita pergerakannya akan di sini-sini saja. Jadi, level kritisnya kalau IHSG kita mau bergerak naik atau uptrend itu harus bisa bertahan di atas 6.400,” ucap Kefas.
Kefas kemudian merekomendasikan beberapa saham yang bisa menjadi pertimbangan para investor. Saham-saham tersebut yaitu, GJTL, AUTO, HEAL, dan LSIP.
(Feby Novalius)