SMCB Bakal Right Issue hingga 1,38 Miliar Saham

, Jurnalis
Kamis 01 April 2021 12:58 WIB
Saham (Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) menyetujui penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak 1,38 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp 500 per saham.

Disampaikan Presiden Direktur Solusi Bangun Indonesia, Aulia Mulki Oemar, aksi korporasi ini bagian dari kelanjutan perjanjian kerja sama kemitraan (partnership agreement/PA) induk usahanya PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dengan investor asal Jepang, Taiheiyo Cement Corporation (TCC) yang sudah diteken belum lama ini.

 Baca juga: Cetak Laba, Solusi Bangun Bagikan Dividen Rp195,29 Miliar

“Aksi korporasi HMETD ditargetkan tuntas tahun ini. Sedangkan rights issue ini bagian perjanjian dengan Semen Indonesia dan Taiheiyo di awal Januari tahun ini. Nantinya sebagian saham baru tersebut akan dieksekusi Taiheyo,” ujarnya di Jakarta mengutip neraca.

Kemitraan antara TCC, Semen Indonesia dan Solusi Bangun ini meliputi berbagai bidang usaha, seperti produksi semen dan produk turunannya, sumber daya alam termasuk batu kapur, lingkungan hidup, bahan bangunan, perdagangan semen, serta penelitian dan pengembangan. Sementara itu, TCC diketahui akan mengakuisisi saham milik Solusi Bangun Indonesia lewat rights issue senilai USD220 juta atau sekitar Rp 3 triliun.

 Baca juga: Laba Solusi Bangun Indonesia Melesat pada 2020, Ini Penyebabnya

Aksi korporasi yang merupakan kelanjutan kerjasama antara Taiheiyo Cement dan Grup Semen Indonesia itu rencananya dilakukan pada Juli 2021. Pada saat bersamaan, anak usaha Semen Indonesia telah menandatangani perjanjian induk jual beli (offtake) semen antara perseroan dengan TCC. Dengan penambahan modal itu, Solusi Bangun berharap memperkuat struktur permodalan dan mengembangkan kegiatan usaha.

Sementara President and Representative Director Taiheiyo Cement Corporation, Masafumi Fushihara menjelaskan, HMETD akan dilakukan setidaknya pada Juli 2021 sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia dan ketentuan rights issue di Jepang.

“Harga pembelian saham ditetapkan Rp2.300 per saham atau maksimal USD220 juta. Nilainya akan disesuaikan dengan kurs saat transaksi dengan minimum akuisisi saham sebesar 15%,” tulis Fushihara dalam keterangan resminya.

Sebagai informasi, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk berharap tahun ini terjadi kenaikan seiring dengan program vaksinasi Covid-19. Disamping itu, perseroan menyiapka belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp 500 miliar. Di mana, dananya berasal dari kas internal. Adapun, penggunaan capex, sebagian besar untuk biaya pemeliharaan dan penguatan infrastruktur logistik perseroan.

Di tahun 2020 keemarin, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 650,98 miliar, naik dari periode sama tahun sebelumnya Rp 499,05 miliar. Namun, pendapatan turun menjadi Rp 10,10 triliun pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 11,05 triliun.

Sementara, laba per saham dasar dan dilusi naik menjadi Rp 85 pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 65. Perseroan pun mengantongi kas dan setara kas Rp 526,81 miliar pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 386,75 miliar.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya