“Fasilitas kredit baru ini juga diharapkan mampu meningkatkan kinerja keuangan perseroan, mengingat tenor fasilitas ini tersebut memiliki tenor yang cukup lebar, yakni tujuh tahun,” ujar dia.
Kemudian berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUSPLB) pada 15 Maret 2021 meneyetujui rencana penerbitan global bond senilai US$ 270 juta. Dalam prospektusnya, Gajah Tunggal menargetkan jatuh tempo global bond baru paling cepat pada 2026, atau jangka waktu lain yang ditentukan direksi perseroan. Sedangkan tingkat suku bunga akan diumumkan kemudian, atau maksimal 9% tergantung kondisi pasar.
Sebelumnya, Saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) dikabarkan dibeli oleh investor Lo Kheng Hong. Harga saham emiten ini langsung melesat 25% pada sesi akhir perdagangan Jum’at 8 Januari 2021. Sementara itu pada penutupan perdagangan Senin 11 Januari 2021, harga saham GJTL kembali naik 13,94%. Alasan Lo memborong saham perusahaan ban terbesar di Asia Tenggara ini adalah karena nilainya yang tergolong murah.
(Fakhri Rezy)