JAKARTA - Jalan tol layang Jakarta - Cikampek elevated II yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 2019 lalu kini sudah berganti nama. Setelah diresmikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, jalan tol tersebut berganti nama menjadi tol layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ).
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan, dengan penggantian ini diharapkan bisa menjadi momentum untuk investor asal timur tengah berinvestasi di proyek jalan tol. Apalagi, PT Jasa Marga (persero) juga tengah merencanakan untuk menjual 9 ruas tolnya di mana salah satunya adalah Jalan Tol layang Jakarta Cikampek.
Baca Juga: Mengenal MBZ Sheikh Mohamed Bin Zayed yang Jadi Nama Jalan Tol Layang Pengganti Japek
"Jadi harapan saya Jasa Marga juga masukan ruas tol ini sebagai program divestasi Jasa Marga untuk investor yang mudah-mudahan Timur Tengah tertarik untuk masuk ke sini (tol MBZ), ujarnya saat ditemui di Jakarta, Senin (12/4/2021).
Selain Jasa Marga, beberapa Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) lainya juga berencana untuk melakukan divestasi pada ruas tolnya. Salah satunya adalah PT Waskita Karya (Persero) yang akan menjual 7 ruas tolnya. Sebenarnya, ada sekitar 9 ruas tol yang akan didivestasikan oleh perseroan. Namun sudah ada dua ruas tol yang sudah laku terjual sehingga masih menyisakan 7 ruas tol.
Baca Juga: Tol Layang Japek Ganti Nama Jadi MBZ, Investor Timur Tengah Diharapkan Investasi di RI
Asal tahu saja, secara keseluruhan, total panjang jalan tol yang akan dilepas sepanjang 483,3 kilometer (Km). Adapun rincian 9 ruas tol yang bakal dijual yakni yang pertama adalah Medan- Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) Seksi 1-7 dengan panjang 61,70 kilometer dengan porsi kepemilikan saham 30%.
Kemudian ada Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat Seksi 1-6 sepanjang 143,25 Km dengan kepemilikan saham 30%. Lalu ada Cibitung-Cilincing Seksi 1-4 sepanjang 34 Km dengan porsi kepemilikan saham 55%.